Jawa Tengah, studio2news.com – Provinsi Lampung mempertegas posisinya sebagai aktor kunci dalam menyokong pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional.
Hal ini mengemuka dalam Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) yang berlangsung pada 11-12 Mei 2026.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh kolaborasi 12 pemerintah provinsi, yang terdiri dari anggota tetap MPU, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Lampung, Bali, NTB, dan NTT serta dua provinsi tambahan, yakni Maluku Utara dan Kepulauan Riau.
Dengan kapasitas fiskal yang kuat, Lampung kini diandalkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya sebagai penopang utama di sektor pangan dan perkebunan dengan menjadi lumbung komoditas strategis dan hilirisasi produk yang memperkuat nilai tambah daerah.
Melalui forum ini, para kepala daerah diharapkan mampu melahirkan terobosan kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menekan angka kemiskinan, serta menumbuhkan titik-titik ekonomi baru melalui pengembangan wilayah secara kolektif.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, mewakili Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya kreativitas pejabat publik di tengah keterbatasan fiskal global.
“Potensi daerah jika diintegrasikan melalui kerja sama konkret akan menjadi kekuatan besar dalam menjaga ketahanan nasional,” ujar Wiyagus.
Data menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tetap menunjukkan performa impresif meski dihantam dinamika global. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61% pada Triwulan I 2026. Inflasi tetap terkendali di angka 2,42% (YoY) per April 2026, hal ini mencerminkan stabilitas harga kebutuhan pokok yang efektif.
Raker FKD MPU kali ini berfokus pada evaluasi enam rencana aksi, termasuk pengawasan energi dan pangan lintas batas. Kekuatan antarwilayah dipetakan untuk saling melengkapi. Jawa Barat dam Banten unggul di manufaktur, investasi, dan pertanian, Jateng, Jatim, & Lampung sebagai pilar utama pangan dan industri pengolahan, DKI Jakarta sebagai pusat perdagangan jasa dan keuangan, Bali, DIY, NTB kekuatan pariwisata internasional dan ekonomi kreatif dan Kepulauan Riau, Maluku Utara memiliki potensi sektor kelautan, energi, dan logistik.
Dengan sinergi yang solid, distribusi antarwilayah dan pengendalian pasokan diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, menjadikan Indonesia tetap resilient dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan. (Red).













