JH Asal Lampung Utara dan Lampung Timur Mulai Masuk Raudhah, Kondisi Kesehatan Terus Dipantau

MEKKAH studio2news.com – Jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 15 JKG, asal Lampung Utara dan Lampung Timur, dilaporkan tengah menjalani rangkaian ibadah di Madinah Al-Munawwarah dengan tertib. Hingga saat ini, fokus utama jemaah adalah menuntaskan ibadah Arbain di Masjid Nabawi dalam kondisi kesehatan yang secara umum stabil.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lampung Utara menjelaskan bahwa saat ini, para jemaah tengah fokus menjalankan ibadah Arbain (salat wajib 40 waktu tanpa putus) di Masjid Nabawi. Secara umum, kondisi jemaah dilaporkan dalam keadaan sehat dan penuh semangat dalam beribadah.

” Meskipun terdapat beberapa jemaah yang memerlukan perhatian medis, PPIH memastikan tidak ada jemaah yang harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).” kata Agung. Minggu (10/5/2026).

Lebih lanjut Agung menjelaskan, Tim medis kloter terus melakukan pemantauan intensif secara mandiri. Tercatat ada 4 Jemaah Haji (JH) sedang dalam observasi rutin di kamar hotel dan 2 Jemaah Haji dirawat di Hotel Plaza Inn Uhud karena mengalami keluhan abses dan retensi urine. Selain itu 1 Jemaah Haji berada di Hotel Wardah Al-Sa’adah dalam masa pemulihan pasca-gejala hipoglikemi.

” Petugas kami memastikan penanganan di tingkat hotel dilakukan secara optimal agar jemaah bisa segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas ibadah.” terang Agung.

Selain ibadah wajib, lanjut Agung, kegiatan city tour atau ziarah di sekitar kota Madinah telah terlaksana dengan baik. Kini, fokus petugas adalah memfasilitasi jemaah untuk dapat beribadah di Raudhah.

” Hingga saat ini, para jemaah secara berangsur-angsur mulai masuk ke Raudhah menggunakan aplikasi Nusuk. Di saat yang sama, pihak petugas kloter juga tengah menunggu jadwal Tasreh khusus (surat izin) dari Seksi Khusus (Seksus) Madinah yang diperuntukkan bagi jemaah lansia dan kelompok risiko tinggi (risti).” ujarnya.

Petugas tidak menampik adanya kendala teknis di lapangan, terutama terkait penggunaan aplikasi Nusuk. Beberapa jemaah diketahui tidak memiliki ponsel pintar atau masih menggunakan perangkat lawas, sehingga kesulitan mengakses sistem digital tersebut.

Menanggapi hal ini, tim PPIH Kloter 15 JKG terus mengupayakan jalur alternatif melalui pengajuan Tasreh kolektif agar seluruh jemaah, tanpa terkecuali, tetap bisa mendapatkan kesempatan berziarah ke Raudhah meskipun kebijakan otoritas setempat saat ini lebih memprioritaskan penggunaan aplikasi mandiri. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!