Studio2Sport – Stadion Dallas, Rabu (15/7) dini hari WIB, akan menjadi saksi bisu pertarungan yang jauh melampaui sekadar tiket final Piala Dunia 2026. Ini adalah Medan Tempur bagi dua talenta paling fenomenal di planet bumi yakni Kylian Mbappe dan Lamine Yamal.
Bagi penghobi sepak bola dunia, ini adalah pertemuan perdana keduanya di panggung tertinggi. Namun, bagi Mbappe dan Yamal, ini adalah babak ke-11 dari rivalitas pahit yang telah menguras emosi dalam dua tahun terakhir.
Statistik tidak berbohong. Dari 10 perjumpaan sebelumnya di berbagai kompetisi, Lamine Yamal sang winger ajaib milik Barcelona ini telah menjadi mimpi buruk nyata bagi Mbappe. Spanyol mendominasi dengan delapan kemenangan, sementara sang kapten Prancis itu baru mampu mencicipi dua kemenangan.
Yamal adalah aktor intelektual di balik luka lama Prancis, tersingkir di semifinal Euro 2024 dan semifinal UEFA Nations League. Terlebih, kepindahan Mbappe ke Real Madrid pada Juni 2024 semakin memanaskan tensi.
Di tanah Spanyol, Yamal dan Barcelona menjadi momok yang sulit dijinakkan, Mbappe kerap kali harus menelan pil pahit di ajang Supercopa de Espana maupun Copa del Rey.
Meskipun secara individu Mbappe lebih kejam dengan torehan 9 gol berbanding 6 gol milik Yamal, sang pemuda Spanyol ini tampak tak peduli dengan angka. Baginya, trofi adalah satu-satunya mata uang yang berlaku.
Berbeda dengan Mbappe, Menurutnya laga ini adalah pertaruhan martabat. Sang juara dunia 2018 ini tentu enggan membiarkan reputasinya terus diinjak oleh bocah ajaib yang sedang menanjak. Di sisi lain, Yamal berada di ambang sejarah besar, menyamai pencapaian Mbappe dengan mengawinkan gelar Euro dan Piala Dunia di turnamen debutnya.
Stadion Dallas akan menjadi tempat penentuan. Apakah Mbappe akan memutus dominasi Yamal, atau justru sang titisan akan semakin mengukuhkan statusnya sebagai pemilik masa depan sepak bola dunia?
Semifinal ini menyajikan benturan dua kutub sepak bola. Prancis di bawah asuhan Didier Deschamps mengandalkan kecepatan transisi dan efektivitas mematikan di lini depan. Sebaliknya, Spanyol racikan Luis de la Fuente tetap setia pada pakem kontrol permainan dan penguasaan bola yang presisi.
Prancis datang dengan pertahanan yang solid, belum kebobolan satu gol pun di fase gugur. Namun, Spanyol membawa kepercayaan diri tinggi setelah selalu mampu meredam lawan-lawan tangguh seperti Belgia dan Portugal.
Prediksi Permainan:
Ancaman terbesar Prancis ada pada akselerasi Mbappe, Dembele, dan Olise. Sementara Spanyol akan mencoba mematikan lawan melalui ritme permainan yang diatur Rodri dan Pedri.
Pertahanan Prancis yang dikawal Dayot Upamecano dan William Saliba akan menghadapi ujian sesungguhnya melawan kreativitas lini serang La Roja.
Rekor Prancis yang berambisi menembus final ketiga secara beruntun memberikan suntikan pengalaman, namun efektivitas serangan balik mereka diprediksi akan menjadi penentu.
Perkiraan Susunan Pemain:
Prancis (4-2-3-1): Maignan; Kounde, Upamecano, Saliba, Digne; Kone, Rabiot, Dembele, Olise, Doue; Mbappe. (Pelatih: Didier Deschamps)
Spanyol (4-2-3-1): Simon; Porro, Cubarsi, Laporte, Cucurella; Rodri, Fabian; Yamal, Olmo, Baena; Oyarzabal. (Pelatih: Luis de la Fuente)
Head to Head 5 Terakhir
06/06/25 (Nations League): Spanyol 5-4 Prancis
10/07/24 (Euro 2024): Spanyol 2-1 Prancis
11/10/21 (Nations League): Spanyol 1-2 Prancis
29/03/17 (Persahabatan): Prancis 0-2 Spanyol
05/09/14 (Persahabatan): Prancis 1-0 Spanyol
Catatan redaksi studio2news: Pertemuan 10 terakhir di atas mernyimpulkan laga dini hari nanti 2-1 kemenangan untuk tim Spanyol. (Diq).













