Asap Karhutla Kepung Mesuji! IDI Keluarkan Peringatan Darurat Kesehatan Akibat 31 Titik Panas

MESUJI, Studio2News – Lonjakan titik panas (hotspot) yang melanda Kabupaten Mesuji mulai menebar ancaman serius bagi kesehatan warga. Berdasarkan pantauan citra satelit Stasiun Meteorologi Kelas I Raden Inten II Lampung melalui sistem NASA (MODIS, NOAA-20, dan SNPP), Mesuji tercatat sebagai wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi di Provinsi Lampung dengan total 31 titik.

Peningkatan aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini memicu timbulnya kabut asap pekat yang kini mulai mencemari udara dan mengancam keselamatan warga setempat.

Menanggapi situasi darurat tersebut, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Mesuji, dr. Harizal Hasni, M.M, mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dini terhadap ancaman penyakit saluran pernapasan.

“Masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah serta tidak lupa menggunakan masker untuk mencegah terpapar penyakit saluran pernapasan (ISPA) dan perbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi dalam tubuh,” ujar dr. Harizal.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa persoalan kabut asap tidak boleh hanya dipandang sebelah mata sebagai isu lingkungan semata. Polutan berbahaya dari sisa pembakaran tersebut kini menjelma menjadi ancaman nyata bagi kesehatan manusia, terutama bagi anak-anak yang masih berada dalam fase tumbuh kembang.

“Kabut asap harus direspons dengan langkah pencegahan medis karena polutan berbahaya mengancam organ pernapasan anak yang masih dalam masa pertumbuhan,” tambahnya.

Dokter muda ini juga secara khusus mengingatkan warga untuk menghentikan sementara aktivitas fisik berat di luar ruangan. Olahraga berat di tengah kepungan polusi dapat meningkatkan volume pernapasan, sehingga mempercepat penyerapan partikel beracun ke dalam paru-paru yang berisiko fatal bagi tubuh.

“Hindari olahraga berat dan dianjurkan olahraga ringan untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap prima. Selain itu, masyarakat diimbau segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami keluhan sesak napas, batuk persisten, flu, mata perih, atau iritasi tenggorokan,” pungkasnya. (Sandi Putra/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!