Bandar Lampung- Upaya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jalan Damar, Gang Teratai II, Kelurahan Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, berakhir gagal. Pelaku berinisial SO (27) berhasil diamankan warga setelah aksinya dipergoki oleh pemilik rumah pada Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 18.30 Wib.
Peristiwa bermula ketika sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi BE 2993 BY milik korban terparkir di halaman depan rumah. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku memanfaatkan situasi tersebut dengan berupaya membobol kunci kontak menggunakan kunci letter T.
Kapolsek Sukarame, Komisaris Polisi (Kompol) H.D. Pandiangan, menjelaskan bahwa aksi nekat pelaku terbongkar berkat kewaspadaan keluarga korban.
“Aksi pelaku diketahui oleh keponakan korban yang langsung meneriakinya maling. Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar, sehingga pelaku berhasil dikejar dan diamankan,” ujar Kompol Pandiangan saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2026).
Kendati berhasil diamankan, situasi sempat memanas akibat kemarahan warga yang tersulut emosi. Akibat aksi main hakim sendiri tersebut, SO mengalami sejumlah luka robek di bagian kepala dan tangan.
Menerima laporan dari masyarakat, personel piket Polsek Sukarame segera bergerak cepat mendatangkan lokasi kejadian guna meredam situasi dan mengevakuasi pelaku. Demi kemanusiaan dan penegakan prosedur hukum, SO langsung dilarikan ke Puskesmas Permata Sukarame untuk mendapatkan perawatan medis intensif sebelum akhirnya digelandang ke Mapolsek Sukarame guna pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam pengungkapan kasus ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting guna memperkuat proses penyidikan, di antaranya satu kunci letter T yang diduga digunakan untuk membobol kendaraan, rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), satu unit sepeda motor Honda Beat (BE 2993 BY) milik korban.
Saat ini, penyidik tengah intensif memeriksa tersangka, korban, serta sejumlah saksi mata guna mendalami perkara, termasuk menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan pelaku. (Sandi Putra/ Red)













