BMKG Ungkap, Rombongan Jurnalis Hilang Kontak Dihantam Gelombang 4 Meter di Selat Sunda

LAMPUNG, Studio2News — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Lampung mengungkap bahwa kondisi perairan Selat Sunda bagian selatan telah dihantam gelombang tinggi saat lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) bertolak menuju Gunung Anak Krakatau. BMKG menegaskan peringatan dini ( early warning ) telah dirilis sejak jauh hari sebelum musibah hilang kontak tersebut terjadi.

Saat rombongan berangkat pada Senin (7/9/2026), ketinggian gelombang di wilayah perairan tersebut diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter, yang masuk dalam kriteria risiko tinggi bagi Pelayaran.

BMKG Maritim Lampung, Putu Ray, menjelaskan bahwa pihaknya telah mempublikasikan serta membagikan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem sejak H-1 sebelum keberangkatan rombongan jurnalis.

“Pada saat kejadian tersebut, kami sudah mengeluarkan peringatan dini bahwa daerah Selat Sunda bagian selatan masuk kategori tinggi (2,5 hingga 4 meter). Pada H-1 sebelum keberangkatan, warning tersebut sudah kami transmisikan,” tegas Ray dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Menurut catatan BMKG, fenomena gelombang tinggi di perairan Selat Sunda bagian selatan telah melanda sejak 6 September dan berlangsung hingga 9 September 2026. BMKG pun telah memperbarui status peringatan dini untuk periode 11 hingga 14 September 2026 karena potensi bahaya yang masih mengintai.

“Kondisi tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter diprediksi masih berlangsung di perairan Selat Sunda bagian selatan hingga beberapa hari ke depan,” tambah Ray.

Upaya pencarian terhadap delapan korban hilang kontak terus dipacu. Memasuki hari keempat operasi pada Jumat (11/9/2026), Tim SAR Gabungan menyisir area yang jauh lebih luas, mencapai 3.216 nautical mile persegi (NM²).

Cakupan pencarian kini melingkupi perairan Selat Sunda hingga menembus garis pantai dan perairan Banten. Penentuan koordinat pencarian ini didasarkan pada perodelan pergeseran arus laut, arah angin, serta kalkulasi sistem SAR Map Prediction.

Insiden berawal saat lima jurnalis bersama tiga kru kapal melakukan pelayaran guna meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kontak terakhir terputus di tengah cuaca buruk yang melanda kawasan perairan tersebut.

Adapun daftar jurnalis dan kru kapal yang saat ini dalam pencarian adalah:

Jurnalis:

  1. Muhammad Bagus Khoirunas (Pewarta Foto ANTARA)
  2. Arie Basuki (Merdeka.com)
  3. Donal Husni (Fotografer Lepas)
  4. Yudhistira (iNews)
  5. Daus (Anadolu Agency)

Kru Kapal & Pemandu:

  1. Warta (Kapten Kapal)
  2. Surakman (Anak Buah Kapal / ABK)
  3. Heriyanto (Pemandu / Guide)

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan dari unsur Basarnas, TNI AL, Polairud, serta sukarelawan setempat masih terus berjuang menembus tingginya gelombang demi menemukan keberadaan kapal dan seluruh penumpang. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!