Misi Penyelamatan Besar-Besaran di Selat Sunda, 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Hilang Kontak Usai Liput Anak Krakatau Belum Ditemukan

LAMPUNG SELATAN, Studio2News — Operasi SAR gabungan berskala besar dikerahkan menyusul insiden hilangnya kontak sebuah speedboat yang membawa delapan orang di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kapal tersebut memuat rombongan yang baru saja merampungkan agenda peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan data yang dihimpun, delapan korban yang masih dalam pencarian intensif ini terdiri dari lima orang jurnalis dari berbagai media nasional dan internasional, seorang pemandu, serta dua awak kapal. Identitas para korban meliputi:

  • Awak dan Pemandu: Warta (55 selaku kapten kapal), Surakman (60), dan Heriyanto (49 selaku pemandu).
  • Jurnalis: M Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), serta Donal (jurnalis lepas).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansah, mengungkapkan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima Rencana Operasi SAR hari kedua dari Basarnas Banten pada Rabu (9/9/2026) pukul 00.33 WIB. Permintaan tersebut mencakup perbantuan personel serta armada utama untuk memperkuat sektor pencarian di laut.

“Kami mengerahkan kapal unit RIB beserta personel untuk mendukung operasi SAR di wilayah Selat Sunda,” ujar Deden, Rabu.

Tepat pukul 07.00 WIB, Basarnas Lampung menerjunkan kekuatan penuh dengan memberangkatkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB). RIB 02 yang membawa tujuh personel serta RIB 03 dengan kekuatan 10 personel langsung bergerak menuju sektor-sektor pencarian yang telah dipetakan bersama tim SAR gabungan.

Operasi penyelamatan ini melibatkan sinergi lintas instansi yang masif. Selain Basarnas Lampung dan Pos SAR Bakauheni, pencarian juga didukung oleh unsur TNI Angkatan Laut melalui Lanal Lampung dan KRI Lepu, jajaran Polairud (Mabes Polairud dan Ditpolairud Polda Lampung), Kesbangpol Provinsi Lampung, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, BPBD Lampung, hingga civitas akademika Institut Teknologi Sumatera (Itera).

Mengingat luasnya cakupan wilayah dan dinamika cuaca di perairan Selat Sunda, Deden menegaskan pentingnya efektivitas pola penyisiran yang terkoordinasi, sekaligus mengingatkan seluruh personel di lapangan agar tetap mengutamakan faktor keselamatan.

“Tim akan melaksanakan pencarian sesuai search area yang telah ditetapkan dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan. Kami berharap upaya pencarian ini dapat segera menemukan kedelapan korban,” pungkasnya.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus menyisir sejumlah titik koordinat yang diidentifikasi sebagai jalur pelayaran speedboat tersebut demi menemukan seluruh korban secepatnya. (Wawan/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!