Pemkab Lampung Selatan Perpanjang Pembelajaran Daring Akibat Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Lampung Selatan-  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Dinas Pendidikan setempat resmi memperpanjang masa Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara dalam jaringan (daring) bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta. Langkah krusial ini diambil guna mengantisipasi risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih mengendap di lingkungan sekolah.

Keputusan tersebut berdasar pada hasil peninjauan lapangan oleh jajaran pejabat utama Pemkab Lampung Selatan pada Selasa (8/9/2026). Tim memantau material abu vulkanik masih tebal menutupi berbagai fasilitas vital sekolah, seperti ruang kelas, halaman, hingga area bermain siswa. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi memicu gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan iritasi mata, baik bagi para siswa maupun tenaga pendidik.

Kebijakan perpanjangan ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Lampung Selatan Nomor 100.3.4/3182/IV.02/2026 Tahun 2026 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Pembelajaran Daring Dalam Rangka Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, yang ditandatangani langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, pada 8 September 2026.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, mengonfirmasi bahwa perpanjangan KBM daring ini berlaku selama dua hari kerja.

“Perpanjangan KBM daring berlangsung mulai Rabu (9/9/2026) hingga Kamis (10/9/2026). Selama masa ini, pihak sekolah diinstruksikan untuk bergotong-royong membersihkan lingkungan sekolah dari sisa abu vulkanik guna memastikan kondisi benar-benar steril sebelum pembelajaran tatap muka kembali dibuka,” jelas Hendry, Selasa (8/9/2026).

Hendry menegaskan, Pemkab Lampung Selatan bersama instansi teknis terkait akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik Gunung Anak Krakatau serta sebaran arah angin pembawa abu vulkanik. Evaluasi berkala akan dilakukan sebelum memutuskan pembukaan kembali sekolah secara tatap muka. (Wawan/ Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!