Bandar Lampung- Pantauan satelit mencatat sebanyak 161 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Provinsi Lampung. Data yang terdeteksi dari instrumen antariksa NASA (termasuk modul NOAA20, MODIS, dan SNPP) ini mengindikasikan peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten.
Berdasarkan analisis data per 9 September 2026, Kabupaten Mesuji menduduki wilayah dengan sebaran titik panas terbanyak, yakni 43 titik, disusul oleh Kabupaten Way Kanan dengan 38 titik.
Sebaran Titik Panas per Kabupaten/Kota
Berikut adalah rincian sebaran titik panas di sepuluh kabupaten/kota di Provinsi Lampung:
| Kabupaten / Kota | Jumlah Titik Panas (Hotspot) |
| Mesuji | 43 |
| Way Kanan | 38 |
| Lampung Tengah | 20 |
| Tulang Bawang | 20 |
| Lampung Utara | 12 |
| Tulang Bawang Barat | 10 |
| Lampung Selatan | 9 |
| Lampung Timur | 4 |
| Pesisir Barat | 4 |
| Kota Bandar Lampung | 1 |
| Total | 161 |
Tingkat Kepercayaan (Confidence Level)
Sebagian besar data titik panas berada pada tingkat kepercayaan sedang (medium), namun beberapa wilayah tercatat berada pada tingkat kepercayaan tinggi (high) yang memerlukan verifikasi darat (groundcheck) prioritas.
- Tingkat Kepercayaan Tinggi (High): 12 titik (Tersebar di Tulang Bawang, Way Kanan, Pesisir Barat, Mesuji, dan Lampung Selatan).
- Tingkat Kepercayaan Sedang (Medium): 139 titik.
- Tingkat Kepercayaan Rendah (Low): 10 titik.
Wilayah Kecamatan dengan Konsentrasi Tertinggi
Dari pemetaan wilayah, Kecamatan Mesuji Timur (Kabupaten Mesuji) mencatatkan konsentrasi titik panas tertinggi sebanyak 26 titik, diikuti oleh Kecamatan Pakuan Ratu (Way Kanan) sebanyak 18 titik, dan Kecamatan Bandar Mataram (Lampung Tengah) sebanyak 14 titik.
Pemerintah daerah bersama pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait diimbau untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan, patroli pencegahan, serta koordinasi di lapangan guna mengantisipasi risiko perluasan titik api di area rawan karhutla. (Sandi Putra/ Red)











