Anak Krakatau Siaga III, ASDP Pastikan Penyeberangan Bakauheni – Merak Tetap Normal dengan Protokol Abu Vulkanik

LAMPUNG SELATAN, Studio2News — Di tengah status Gunung Anak Krakatau yang masih berada di Level III (Siaga), PT ASDP Indonesia Ferry memastikan bahwa layanan penyeberangan feri rute Merak–Bakauheni dan sebaliknya tetap beroperasi secara normal pada Senin (7/9/2026).

Kendati aktivitas vulkanik masih dipantau ketat, operasional transportasi laut vital ini dipastikan berjalan lancar dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan bagi seluruh pengguna jasa.

“Kami informasikan bahwa saat ini proses penyeberangan rute Merak-Bakauheni maupun sebaliknya masih beroperasi secara normal dan tidak terkendala oleh kondisi Gunung Anak Krakatau,” tulis pihak Customer Service ASDP dikutip Kompas.com, Senin (7/9/2026). Pihak manajemen juga menegaskan akan menyampaikan informasi secara berkala jika terjadi perubahan dinamika cuaca maupun situasi darurat yang memengaruhi operasional pelayaran.

Berdasarkan pemantauan melalui akun Instagram resmi @asdp191 pada hari yang sama, ASDP menyatakan terus memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, kondisi cuaca, serta perairan Selat Sunda secara berkala. Langkah antisipatif ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan berbagai instansi berwenang, sehingga penyesuaian operasional dapat langsung diterapkan apabila situasi menuntut tindakan darurat.

“Kami mengimbau pengguna jasa untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi ASDP, serta mematuhi arahan petugas di lapangan,” imbau akun resmi @asdp191.

Seiring dengan masih adanya potensi sebaran abu vulkanik di sekitar kawasan pelabuhan—khususnya di Pelabuhan Bakauheni—ASDP mengeluarkan imbauan khusus bagi para pengguna jasa dan petugas lapangan untuk melengkapi diri dengan masker serta kacamata pelindung.

Paparan abu vulkanik diketahui berisiko memicu iritasi pada mata, saluran pernapasan, serta kulit manusia. Oleh karena itu, masyarakat dan penumpang feri disarankan untuk:

  • Membawa masker dan perlindungan diri secukupnya.
  • Mengurangi kontak langsung dengan endapan abu.
  • Rutin mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar ruangan.
  • Selalu mematuhi instruksi keselamatan dari petugas ASDP.

Di sisi lain, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menunjukkan tren penurunan. Sepanjang hari Minggu (6/9/2026) kemarin, tercatat dua kali kejadian erupsi, masing-masing sekitar pukul 03.53 WIB dan 07.10 WIB.

Kendati demikian, pihak PVMBG mengingatkan bahwa ancaman erupsi susulan tetap ada dan tidak dapat diprediksi secara pasti waktunya. “Kapan erupsinya secara persis itu tidak bisa kita ketahui. Yang bisa kita lakukan adalah melakukan pemantauan dan membaca tanda-tandanya,” ujar Kepala PVMBG, Rita Susilawati, Senin (7/9/2026).

Masyarakat, nelayan, maupun wisatawan kembali diingatkan untuk mematuhi zona larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Bagi calon penumpang feri yang hendak melakukan perjalanan penyeberangan, disarankan untuk senantiasa memantau pembaruan informasi resmi melalui kanal komunikasi dan media sosial ASDP sebelum berangkat. (Wawan/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!