Kisah Chika Rindu Kuah Sayur Ibu, Paskibraka Asal Lampung yang Tak Sabar Ingin Pulang

Langkah tegapnya di Istana Merdeka baru saja menjadi sejarah, namun pikiran dan hatinya kini telah melompat jauh melintasi selat Sunda, terbang menembus awan menuju tanah kelahiran di Lampung.

Chika Azzahra Salsabilla, putri kebanggaan daerah yang sukses mengemban amanah gemilang sebagai bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional, menyimpan satu rahasia kecil di balik senyum bangganya ia sudah sangat rindu rumah.

Di balik gemerlap sorot kamera dan suksesnya tugas sebagai Pasukan 17 Sayap Kiri, tersimpan cerita hangat tentang seorang remaja putri yang merindukan kehangatan keluarga.

Darah pejuang yang mengalir dalam diri Chika tidak lepas dari didikan kedua orang tuanya. Remaja berprestasi ini merupakan anak pertama dari dua bersaudara, buah hati dari pasangan tercinta Deni July Yandi dan Dian Wulandari.

Selama menjalani masa karantina dan pemusatan latihan yang ketat, Chika mengaku banyak menimba pengalaman batin yang luar biasa berkesan. Bisa berkumpul dan melebur bersama teman-teman hebat dari Sabang sampai Merauke, merasakan susah dan senang bersama dalam satu kawah candradimuka, adalah memori yang takkan pernah ia lupakan.

“Rasanya luar biasa bisa berproses bersama teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia. Kita merasakan lelah dan tawa bersama-sama,” kenang Chika.

Saat ini, usai rangkaian upacara HUT Kemerdekaan RI tuntas dilaksanakan, Chika dan rekan-rekan seangkatannya tengah mengikuti rangkaian kegiatan pembinaan lanjutan, beristirahat sejenak, sekaligus merampungkan berbagai persiapan administrasi dan kepulangan.

Kerinduan yang selama ini ditahan rapat-rapat di balik disiplin latihan kini mulai membuncah, terutama ketika ditanya soal urusan perut. Chika secara jujur mengaku sangat merindukan masakan rumahan buatan sang ibu yang selalu menjadi obat penawar lelah.

Rasa rindu itu pun tak perlu menunggu lama untuk diobati. Berdasarkan jadwal yang telah ditentukan, Chika rencananya akan segera pulang ke Lampung pada hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2026. Pelukan hangat keluarga dan hidangan istimewa dari sang mama kini menjadi hal yang paling ia nantikan di penghujung hari.

Di balik sosoknya yang disiplin dan tangguh di lapangan upacara, Chika menyimpan cita-cita besar untuk masa depannya. Pemudi asal SMAN 1 Natar, Lampung Selatan, ini mematri impian mulia, melanjutkan langkah ke Akpol (Akademi Kepolisian) atau mendedikasikan diri sebagai seorang perawat.

Dari panggung nasional hingga kehangatan dapur rumah di Lampung, kisah Chika membuktikan bahwa di balik kesuksesan besar seorang anak, selalu ada doa tulus orang tua dan kerinduan sederhana yang membuatnya tetap berpijak di bumi. Selamat pulang ke kampung halaman, Chika! (Wawan/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!