Mayat Anonim di Pantai Keramat Lamsel, Diduga ABK Asal Filipina

Oplus_131072

LAMPUNG SELATAN, Studio2News — Warga Dusun Buatan, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas yang mengapung di Pantai Keramat pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan atribut dan perlengkapan kerja yang melekat pada tubuh korban, jenazah tersebut kuat dugaan merupakan seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang hilang di perairan Laut Jawa.

Peristiwa mengejutkan ini pertama kali bermula ketika Surya (50), seorang warga setempat, pergi ke kawasan pantai untuk mencari rumput laut. Ia mendadak terkejut setelah melihat benda mencolok mengambang di tepi perairan.

” Curiga, saya langsung panggil warga lainnya untuk menepikan benda tersebut, dan setelah didekati ternyata itu adalah mayat manusia,”* ujar Surya di lokasi kejadian.

Mendapati temuan tersebut, warga langsung melapor kepada perangkat desa. Kepala Desa Suak, Juli Wahyudin, bergerak cepat mendatangi lokasi dan membenarkan adanya penemuan jenazah dalam kondisi memprihatinkan yang mulai mendekati fase pembusukan lanjut.

Dari hasil penyisiran dan pemeriksaan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh pihak kepolisian, korban ditemukan mengenakan atribut kerja profesional dengan ciri-ciri memakai Wearpack safety berwarna oranye bertuliskan Evergreen.Handy Talky (HT) Motorola tipe XiR 6600i dengan badge Chief Mate/Mualim I. Kamera digital Kodak Pixpro FZ55, ikat pinggang hitam, serta sarung tangan putih. Secara fisik, Tinggi badan diperkirakan sekitar 175 cm.

Kasatreskrim Polres Lampung Selatan, AKP Stefanus Boyoh, memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari lima hari sebelum akhirnya terdampar.

“Dugaan sementara korban tenggelam atau terjatuh dari kapal, namun hal itu masih kami dalami. Jenazah sudah dievakuasi ke RSUD Bob Bazar Kalianda untuk visum dan otopsi guna mengetahui identitas serta penyebab pasti kematiannya,” jelas AKP Stefanus, Sabtu (25/7/2026).

Sementara itu, Kepala Basarnas Lampung, Deden Ridwansyah, mengungkapkan adanya indikasi kuat bahwa jenazah tersebut adalah Ramo Edwin Nuguid, seorang ABK berkebangsaan Filipina. Korban sebelumnya dilaporkan terjatuh dari Kapal MV Evert Birth di perairan Laut Jawa, Kepulauan Seribu, Jakarta, pada 13 Juli 2026.

Basarnas Lampung kini berkoordinasi intensif dengan Polres Lampung Selatan, Basarnas Jakarta, serta pihak perusahaan pelayaran guna mencocokkan data korban hilang.

Kendati demikian, ciri-ciri fisik dan atribut mengarah pada kru kapal, pihak berwenang menegaskan bahwa kepastian identitas tetap harus menunggu hasil resmi pemeriksaan forensik

Pihak kepolisian saat ini masih memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti, serta menunggu hasil otopsi dari rumah sakit.

Polres Lampung Selatan mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri dan atribut serupa untuk segera melapor guna membantu mempercepat proses identifikasi lanjutan. (Wawan/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!