Lampung Barat– Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memperketat pengawasan implementasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan pemenuhan standar nutrisi dan higienitas bagi para siswa. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus saat meninjau pelaksanaan uji coba program strategis Nasional tersebut di SMPN 1 Sekincau dan SMPN 1 Way Tenong, Kamis (16/7/2026).
Kunjungan kerja ini difokuskan pada pemantauan kualitas organoleptik menu makanan, kebersihan pengelolaan, hingga pola distribusi di tingkat satuan pendidikan. Langkah preventif ini diambil guna menyelaraskan pelaksanaan program di Daerah dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini.
Dalam dialog interaktif bersama para siswa, Parosil menekankan pentingnya aspek akseptabilitas menu agar makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi unsur kecukupan gizi, tetapi juga sesuai dengan preferensi target sasaran untuk meminimalkan sisa makanan (food waste).
Ia menginstruksikan pihak sekolah untuk aktif menjembatani aspirasi siswa guna dievaluasi bersama penyedia layanan,”Komunikasi antara siswa dan guru menjadi krusial. Masukan mengenai preferensi menu harus dihimpun dan diteruskan secara berkala kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar formula menu dapat terus dioptimalkan,” ujar Parosil.
Selain aspek kepuasan konsumsi, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menaruh perhatian serius pada mitigasi risiko keamanan pangan (food safety). Seluruh civitas akademika diimbau untuk jeli dalam mengidentifikasi kelayakan makanan sebelum didistribusikan kepada siswa.
“Keamanan pangan adalah prioritas mutlak. Jika ditemukan indikasi penurunan kualitas, seperti aroma yang tidak sedap atau tanda-tanda makanan basi, konsumsi harus segera dihentikan dan dilaporkan untuk penanganan cepat. Kita tidak boleh menoleransi risiko sekecil apa pun yang mengancam kesehatan siswa,” tegasnya.
Program MBG diproyeksikan menjadi intervensi strategis Pemerintah untuk menekan angka stunting sekaligus mendongkrak kapasitas kognitif generasi muda. Keberhasilan program ini dinilai membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk fungsi pengawasan yang ketat dari jajaran pemerintah daerah dan pihak sekolah.
Komitmen keberlanjutan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat akan diwujudkan melalui skema pemantauan (monitoring) berkala. Pengawasan ketat akan terus difokuskan pada tiga indikator utama, yakni konsistensi kualitas nutrisi, ketepatan waktu distribusi, dan penerapan protokol kebersihan di seluruh sekolah penerima manfaat di wilayah Lampung Barat. (Samson/ Red)













