LAMPUNG UTARA, Studio2News – Perlintasan kereta api di Desa Negara Ratu, Lampung Utara, kembali memakan korban jiwa. Tragis, dua orang pelajar asal Desa Hanakau Jaya tewas seketika setelah kendaraan yang mereka tumpangi dihantam kereta api pada Selasa (14/7/2026) pagi, sekitar pukul 07.10 WIB.
Kecelakaan maut ini memicu kemarahan warga setempat. Pasalnya, perlintasan tersebut dikenal sebagai jebakan maut karena palang pintunya dilaporkan telah rusak total selama satu tahun terakhir dan terkesan dibiarkan tanpa perbaikan adanya perbaikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi perlintasan di Desa Negara Ratu jauh dari standar keselamatan. Selain tidak berfungsinya palang pintu, Kondisi medan jalan yang bergelombang dan menikung semakin menambah risiko tinggi bagi pengendara, terutama saat cuaca buruk.
“Palang pintu ini sudah bertahun-tahun rusak tapi tidak diperbaiki. Perlintasan ini sudah seperti jebakan maut bagi kami yang setiap hari melintas,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi insiden tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Lampung Utara, Anom Sauni, mengakui adanya keterlambatan penanganan pada perlintasan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat terkait perbaikan.
“Jalan itu milik Provinsi Lampung. Terkait Palang Pintu sudah kami usulkan dari tahun lalu untuk segera diperbaiki, sejak peristiwa sebelumnya, dan kini kembali terjadi lagi,” ujar Anom saat dikonfirmasi. Selasa (14/7/2026).
Ia menambahkan, sebagai solusi jangka panjang, lokasi tersebut masuk dalam rencana pemasangan palang pintu melalui program nasional pengadaan 1.000 palang pintu perlintasan kereta api di bawah program Presiden Prabowo pada tahun 2026 ini. (Red).













