Lampung Utara- Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027 mengungkap tantangan serius bagi dunia pendidikan di Kabupaten Lampung Utara. Berdasarkan data pemetaan yang dihimpun Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara, sejumlah Sekolah Dasar (SD) khususnya Sekolah Negeri, mengalami krisis pendaftar baru yang cukup memprihatinkan.
Dalam data laporan PPDB tersebut, tercatat beberapa sekolah bahkan hanya berhasil mendapatkan jumlah siswa baru dalam hitungan jari. Kondisi paling ekstrem terjadi di SDN Curup Guruh dan SDN 01 Mulang Maya, yang masing-masing dilaporkan hanya mendapatkan 1 orang siswa baru untuk mengisi satu rombongan belajar (rombel).
Kondisi serupa juga membayangi wilayah perkotaan dan sekitarnya. Di wilayah Kota Alam, beberapa sekolah Dasar Negeri juga mencatatkan angka pendaftaran yang sangat minim seperti SD Negeri 03 Kota Alam 2 siswa, SDN 04 Kota Alam 3 siswa, SD Negeri 5 Kota Alam 4 siswa, dan SD Negeri 7 Kota Alam 4 siswa.
Sementara itu, tren rendahnya minat pendaftar ini juga meluas ke beberapa Kelurahan dan Desa lain di Lampung Utara, di antaranya SD Negeri 07 & SD Negeri 08 Tanjung Aman masing-masing hanya mendapatkan 6 siswa seperti SDN 07 Mulang Maya 7 siswa, SDN 06 Mulang Maya 8 siswa, SDN 03 Kelapa Tujuh 10 siswa, SDN Jerangkang & SD Negeri 02 Mulang Maya masing-masing 11 siswa, SD Negeri 2 Kelapa Tujuh & SDN 02 Bandar Putih masing-masing 12 siswa, SDN 03 Mulang Maya 13 siswa, SD Islam Asy-Syihab 16 siswa dan SD Negeri 01 Kelapa Tujuh 17 siswa.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Lampung Utara, Opi Riyansyah menjelaskan jika fenomena sepinya pendaftar di beberapa Sekolah Negeri ini diduga dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari pergeseran demografis jumlah anak usia sekolah di wilayah tertentu, ketatnya persaingan dengan sekolah swasta berbasis keagamaan, hingga efektivitas penerapan sistem zonasi serta sarana dan prasarana sekolah,”Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara kini tengah mengevaluasi data tersebut secara menyeluruh guna merumuskan langkah strategis ke depan,”jelasnya saat dihubungi via ponselnya, Selasa 14 Juli 2026.
Ditambahkannya, untuk sekolah yang penerimaan siswanya sedikit tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar,”KBM harus tetap dijalani meski pun siswanya cuma satu, karena wajib belajar anak harus tetap dilaksanakan. Dan ini akan kami selalu pantau,”tukasnya. (Yogi/ Red)













