Lampung Utara – Momentum kelulusan sekolah sering kali hanya dirayakan sebagai seremoni pelepasan akademis semata. Namun, apa yang tersaji di Gedung Pusiban Agung Kotabumi kemarin, memberikan potret yang lebih mendalam mengenai arah pendidikan ideal masa kini.
Acara Wisuda Tahfidz dan Purna Siswa-Siswi SMP Ibnu Rusyd Kotabumi tidak sekadar menjadi panggung perpisahan bagi kelas IX, melainkan sebuah unjuk capaian dari integrasi kurikulum berbasis sains dan spiritualitas.
Kehadiran Wakil Bupati Lampung Utara, Romli yang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sukatno menegaskan satu hal penting: Pemerintah Daerah menaruh perhatian serius pada model pendidikan berbasis karakter.
Dalam ulasannya Wakil Bupati, Romli menggarisbawahi bahwa tantangan masa depan tidak lagi bisa dihadapi hanya dengan mengandalkan nilai akademik di atas kertas,”Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan akhlak mulia sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” ujar Romli dalam sambutannya.
Pernyataan ini menjadi relevan di tengah disrupsi teknologi saat ini, di mana kecerdasan intelektual tanpa fondasi moral yang kuat justru berisiko menciptakan generasi yang rapuh secara etika.
Mengusung tema “Menghafal Al-Qur’an, Mengukir Prestasi, Membangun Generasi Rabbani”, SMP Ibnu Rusyd tampaknya ingin membuktikan bahwa aspek religiusitas (tahfidz) dan prestasi akademis bukanlah dua hal yang saling bertolak belakang, melainkan saling mengakselerasi.
Kepala SMP Ibnu Rusyd, Ahad Khoirudin bersama Ketua Yayasan, Zainul Arifin berhasil memformulasikan acara ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi. Wisuda tahfidz yang disisipkan di tengah prosesi kelulusan menjadi bukti sahih bahwa para siswa dibekali dengan jangkar spiritual yang kuat sebelum mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (Yogi/ Red)













