JAKARTA, studio2news — Badan Gizi Nasional (BGN) resmi melakukan penyesuaian pola distribusi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kebijakan terbaru ini mencakup penghentian pembagian paket makanan untuk hari libur sekolah serta perubahan frekuensi distribusi dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa sebelumnya BGN menerapkan skema bundling atau paket bawaan bagi siswa saat menghadapi hari libur. Namun, skema tersebut kini resmi dihentikan.
“Jika sebelumnya ada bundling, misalnya hari Rabu dan Kamis libur, maka hari Selasa makanan untuk hari libur dibagikan sebagai paket bawaan sekarang pola tersebut tidak lagi digunakan,” ujar Sony, Kamis (28/5/2026).
Sony menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas distribusi serta mendukung upaya efisiensi anggaran pemerintah.
Ia memastikan bahwa perubahan pola ini sama sekali tidak mengurangi nilai bantuan maupun kualitas gizi yang diberikan kepada para siswa penerima manfaat.
“Tidak ada pengurangan nilai. Kami hanya menyesuaikan pola distribusi agar operasionalnya lebih efektif dan efisien,” tegasnya.
Selain menghentikan paket hari libur, BGN kini membatasi durasi distribusi program menjadi lima hari dalam sepekan. Kebijakan ini selaras dengan arahan pemerintah terkait efisiensi anggaran negara.
Ke depannya, pemberian makanan bergizi akan difokuskan secara eksklusif pada saat siswa berada di sekolah dan mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Konsepnya adalah MBG diberikan saat siswa berada di sekolah. Jika siswa sedang libur atau menjalani kegiatan di luar lingkungan sekolah, maka program MBG tidak diberikan,” tutup Sony. (Red).













