Serahkan Pelaku Penembakan Pedagang Ayam Geprek ke Polisi. Wabup Sampaikan Permohonan Maaf

Oplus_131072

LAMPUNG UTARA, studio2news.com – Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, menyerahkan langsung Fajar (21), pelaku penembakan yang menewaskan Dedi Kristian Agung (40), seorang pedagang ayam geprek warga Fajar Asri, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat.

Prosesi penyerahan dilakukan langsung oleh Romli dengan didampingi pihak keluarga pelaku, dan diterima oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan, di Mapolres Lampung Utara pada Minggu (24/5/2026).

Pelaku diketahui merupakan warga Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Bungamayang, Kabupaten Lampung Utara.

Usai prosesi penyerahan, Wakil Bupati Romli membenarkan bahwa pelaku adalah warga Kabupaten Lampung Utara. Romli menjelaskan bahwa pihak keluarga pelaku telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berinisiatif untuk menyerahkan diri guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Maka hari ini, kami dari pemerintah daerah bersama pihak keluarga menyerahkan pelaku ke Polres Lampung Utara,” ujar Romli, Minggu (24/5/2026).

Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Utara, Romli juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban maupun pihak kepolisian atas kegaduhan yang terjadi.

“Kita kooperatif dalam proses penegakan hukum dan mendukung penuh proses hukum yang berjalan. Salah katakan salah, benar katakan benar,” tegas Romli.

Selain tersangka pihak keluarga juga menyerahkan barang bukti (BB) berupa, Satu Pucuk Senjata Api Rakitan (Senpira) jenis Revolfer berikut dengan 2 butir amunisi aktif, sepeda motor dan pakaian yang pelaku.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Lampung Kombes Pol Indra Hermawan masih enggan memberikan keterangan lebih lanjut saat dikonfirmasi oleh awak media di lokasi.

“Besok saja di Polda,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, peristiwa mencekam yang menggemparkan warga ini terjadi di Jalan Khair Bras, RW 05, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro—tepat di depan Toko Happy Mart—pada Sabtu (23/5/2026) malam. Aksi penembakan brutal tersebut diduga kuat dipicu oleh perselisihan masalah keuangan terkait utang piutang dengan pihak rentenir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Muji, kakak ipar korban, pelaku sengaja mendatangi Dedi di depan Toko Happy Mart untuk menagih tunggakan bank rentenir. Pertemuan tersebut langsung memicu ketegangan.

Sempat terjadi cekcok mulut hingga berujung pada perkelahian fisik sampai ke tengah jalan. Di tengah perkelahian, pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata api. Bukannya mundur, korban yang tersulut emosi justru menantang pelaku.

Mendapat tantangan tersebut, pelaku langsung melepaskan dua kali tembakan ke arah tubuh korban hingga Dedi roboh bersimbah darah di jalanan. Tidak sampai di situ, setelah korban ambruk, pelaku sempat melepaskan satu kali tembakan ke udara sebelum akhirnya melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam ke arah Intan Futsal.

Korban Dedi Kristian Agung sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro untuk mendapatkan penanganan medis, namun ia kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait kronologi detail peristiwa serta jenis barang bukti yang diamankan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!