Polda Lampung Ambil Alih Kasus Penembakan Pedagang Ayam Geprek di Metro

Oplus_131072

LAMPUNG UTARA, studio2news – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung resmi mengambil alih kasus penembakan tragis yang menimpa Dedi Kristian Agung (40), seorang pedagang ayam geprek asal Kota Metro.

Langkah ini diambil setelah terduga pelaku berinisial F, warga Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Bungamayang, Lampung Utara, menyerahkan diri.

Proses penyerahan diri F ke Mapolres Lampung Utara dilakukan dengan didampingi oleh Wakil Bupati setempat, pihak keluarga, serta kepala desa. Berdasarkan pantauan di lokasi, Tim Tekab 308 Polda Lampung juga telah mengamankan barang bukti yang diserahkan langsung oleh pihak keluarga pelaku.

” Perintah Pak Kapolda kasus ini kami ambil alih,” ujar salah satu Anggota Tekab 308 Polda Lampung di Mapolres Lampung Utara. Minggu (24/5/2026).

Peristiwa mencekam yang menggemparkan warga ini terjadi di Jalan Khair Bras, RW 05, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, tepat di depan Toko Happy Mart pada Sabtu (23/5/2026) malam. Aksi penembakan brutal tersebut diduga kuat dipicu oleh perselisihan masalah keuangan terkait utang piutang dengan pihak rentenir.

Berdasarkan informasi yang di himpun, Muji, kakak ipar korban, terduga pelaku sengaja mendatangi Dedi di depan Toko Happy Mart untuk menagih tunggakan bank rentenir. Pertemuan tersebut langsung memicu ketegangan.

Sempat terjadi cekcok mulut hingga berujung pada perkelahian fisik sampai ke tengah jalan. Di tengah perkelahian, pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata api. Bukannya mundur, korban yang tersulut emosi justru menantang pelaku.

Mendapat tantangan tersebut, pelaku langsung melepaskan dua kali tembakan ke arah tubuh korban hingga Dedi roboh bersimbah darah di jalanan. Tidak sampai di situ, setelah korban ambruk, pelaku sempat melepaskan satu kali tembakan ke udara sebelum akhirnya melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam ke arah Intan Futsal.

Korban Dedi Kristian Agung dinyatakan tewas telah sebelumnya dilarikan ke Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologis peristiwa dan jenis barang bukti yang diamankan. (Red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!