Gubernur Mirza Evaluasi Peta Keuangan Lampung dan Matangkan Program Makan Bergizi Gratis

Gebernur Lampung RMD saat memimpin rapat koordinasi strategis di ruang kerjanya. Senin (18/5/2026).

BANDAR LAMPUNG, studio2news – Mengawali semester II tahun 2026, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bergerak cepat memetakan kondisi fiskal daerah.

Melalui rapat koordinasi strategis di ruang kerjanya Gubernur membahas secara mendalam kondisi keuangan terkini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Senin (18/5/2026).

Rapat krusial ini menghadirkan tiga pejabat kunci yang menjadi motor penggerak kebijakan fiskal daerah, yaitu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, Kepala Bappeda, Anang Risgiyanto dan Kepala BPKAD, Mirza Irawan Dwi Atmaja.

Rapat ini diprediksi menjadi langkah taktis Pemprov Lampung untuk melihat komparasi realisasi anggaran serta menyusun strategi penyerapan anggaran yang lebih optimal di sisa tahun berjalan.

Menariknya, sebelum bertemu dengan jajaran tim keuangan, Gubernur Mirza terlebih dahulu menggelar pertemuan khusus dengan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung, Saipul.

Pertemuan tersebut berfokus pada isu krusial lain, ketahanan pangan dan akselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mengawal program strategis nasional, mengingat Saipul juga diamanahi tanggung jawab besar sebagai Ketua Satgas Percepatan Program MBG Provinsi Lampung.

Rapat koordinasi siang ini disinyalir kuat menjadi ruang evaluasi berkaca pada capaian tahun lalu. Berdasarkan data resume keuangan Pemprov Lampung tahun 2025, total pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp6,71 triliun atau mencapai 86,70% dari target yang ditetapkan sebesar Rp7,74 triliun.

Rincian performa pos pendapatan Pemprov Lampung pada tahun anggaran 2025 adalah pendapatan asli daerah (PAD) Pemprov Lampung mencapai angka Rp3.346.330.375.781,25 atau 79,24% dari yang ditargetkan Rp4.222.960.939.574. Pajak daerah yang diperoleh pada 2025 sebesar Rp2.654.492.762.519,73 atau 75,26% dari anggaran Rp3.527.241.001.166. Retribusi daerah tertangguk Rp526.676.749.091,08 atau 114,48% dari target Rp460.064.021.408.

Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mencapai Rp27.350.092.457,96 atau 99,09% dari target Rp27.601.021.408. Lain-lain PAD yang sah di angka Rp137.810.771.712,50 atau 66,24% dari anggaran Rp208.054.000.000. Sementara untuk jumlah pendapatan Pemprov Lampung di 2025 kemarin sebanyak Rp6.713.662.778.909,25 atau 86,70% dari target Rp7.743.146.999.750.

Melalui evaluasi total di awal semester II ini, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal berharap target-target makro ekonomi dan program kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung dapat berjalan beriringan dengan kondisi kesehatan fiskal daerah yang stabil. (Sandi/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!