JAKARTA, studio2news – Pemerintah mencatat rekor baru dalam ketahanan pangan nasional. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, saat ini cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog telah mencapai 5,3 juta ton.
Jumlah ini menjadi pencapaian bersejarah yang memastikan kondisi pangan nasional dalam status aman dan terkendali.
“Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog sejumlah 5,3 juta ton. Sekali lagi, kita ingin memastikan bahwa pangan kita aman, terkendali, harga juga terjangkau. Bahkan, kita bisa memberi bantuan kepada saudara-saudara kita di negara lain,” ujar Prasetyo dalam keterangan persnya, Minggu (17/5/2026).
Prasetyo menegaskan, setelah sukses mencapai swasembada beras pada tahun 2025 lalu berkat kerja keras Kementerian Pertanian, pemerintah kini mengalihkan fokus untuk memperkuat produksi komoditas strategis lainnya, seperti jagung.
“Kita sekarang mengejar untuk juga swasembada di bidang jagung dan seluruh komoditas pangan lainnya,” tuturnya
Sementara, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa kekuatan pangan ini didukung penuh oleh sektor hulu, terutama kepastian ketersediaan pupuk. Menurut Amran, stok pupuk nasional saat ini berada dalam kondisi surplus, bahkan Indonesia telah mulai melakukan ekspor ke sejumlah negara.
“Pupuk kita lebih dari cukup, bahkan kemarin kami ekspor ke Australia, berikutnya Filipina, Brasil, India. Bahkan kemarin juga Menteri Pertanian Australia langsung mengucapkan terima kasih empat kali. Ini kehebatan gagasan besar Bapak Presiden yang kita laksanakan dengan baik,” kata Amran.
Selain keberhasilan swasembada beras, Amran menyebut Indonesia kini juga telah mencapai swasembada jagung untuk kebutuhan pakan ternak. Kabar baiknya lagi, harga pupuk di dalam negeri mengalami penurunan signifikan hingga 20 persen, yang diharapkan dapat menekan biaya produksi dan mendongkrak produktivitas petani nasional. (Red).













