Dampak El Niño, Air Surut Drastis, Kampung Mati dan Masjid Era Kolonial Kembali Muncul

BANTEN, Studio2News — Dampak kekeringan panjang akibat fenomena El Niño memicu penyusutan ekstrem elevasi air di Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, Banten. Penyusutan debit air secara drastis ini menyingkap kembali sisa-sisa reruntuhan permukiman warga yang sebelumnya ditenggelamkan demi proyek waduk raksasa tersebut.

Dilansir Detik.com, Fenomena langka ini terlihat jelas di Kampung Somang, kawasan yang dulunya merupakan pemukiman padat penduduk. Dinding-dinding rumah tanpa atap mendadak mencuat dari dasar danau yang mengering. Warga sendiri mulai meninggalkan Kampung Somang sejak 2023 untuk proses penggenangan, meski struktur bangunan di sana tak dihancurkan secara total.

Selain Kampung Somang, bekas jejak kehidupan di Kampung Karian, Kampung Susukan, dan Kampung Cibolang juga mengalami nasib serupa. Khusus Kampung Karian, warga telah mengosongkan area sejak 2021 dan sempat meretret material bangunan seperti genteng, kaca, hingga kayu fondasi sebelum tenggelam.

Di tengah puing-puing dinding rumah yang merana di Kampung Somang, terdapat satu bangunan yang menyedot perhatian karena masih berdiri tegak dan utuh yakni Masjid Al Mujahidin. Tempat ibadah berpilar kokoh dengan kubah biru dan menara yang masih lengkap ini menyimpan nilai sejarah panjang.

“Yang mendirikan Abuya, katanya dibangun sejak zaman Belanda. Tapi baru direnovasi sekitar 15 tahun lalu,” ungkap Maman, warga yang dulu bermukim tepat di samping Masjid Al Mujahidin.

Sebelum air menyusut akibat kemarau panjang, lanskap mistis Kampung Somang bahkan sempat dilirik menjadi lokasi syuting film horor Jembatan Shiratal Mustaqim pada kurun akhir 2024 hingga awal 2025. Saat itu, sebagian rumah warga sudah mulai tergenang.

“Bendungan juga sempat disurutkan sedikit untuk kebutuhan syuting film,” tambah Maman.

Proses produksi film tersebut turut memberdayakan warga lokal Kecamatan Sajira sebagai pemeran figuran hingga tim teknis lapangan.

Untuk diketahui, Bendungan Karian diresmikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada Januari 2024 setelah mulai digarap sejak 2015. Masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), waduk raksasa ini menelan investasi fantastis mencapai Rp2,2 triliun.

Didesain memiliki kapasitas tampung hingga 315 juta meter kubik dengan luas genangan 1.773 hektare, Bendungan Karian diproyeksikan menjadi penyokong pasokan air baku bagi Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.

Pembangunannya membebas-lahankan area seluas 2.266,44 hektare dan menggusur 37 fasilitas umum, termasuk 6 sekolah, 11 masjid, 5 madrasah, 9 majelis, 6 musala, 4 kantor desa, 1 polindes, serta 3 posyandu. Tak hanya itu, proyek ini juga memindahkan sebanyak 13.017 makam dari 54 titik TPU dan makam keramat, serta merelokasi 29 tapak menara PLN. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!