Wagub Jihan Nurlela Ingatkan 1.800 Calon Bendahara KDKMP

Bandar Lampung- Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui peningkatan kompetensi pengelola keuangan koperasi. Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Bendahara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dipusatkan di Bandar Lampung, Senin 26 Oktober 2026.

Program strategis ini diikuti oleh 1.800 peserta yang merupakan calon bendahara dari 15 Kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Kehadiran ribuan peserta ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong profesionalisme tata kelola lembaga keuangan mikro hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Dalam arahannya, Wagub Jihan Nurlela menekankan bahwa uang koperasi merupakan dana bersama yang pengelolaannya wajib menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas kepada seluruh anggota.

“Uang koperasi adalah uang bersama. Pengelolaannya harus transparan, dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota, dan berlandaskan pada prinsip kehati-hatian,” tegas Jihan.

Lebih lanjut, Wagub Jihan secara khusus mengingatkan para calon bendahara untuk memegang teguh prinsip-prinsip dasar pengelolaan keuangan yang sehat, di antaranya menghindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang dan potensi konflik kepentingan, secara tegas dan disiplin memisahkan antara keuangan pribadi dengan keuangan koperasi, mencatat setiap transaksi keuangan secara rinci, akurat, dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, dan bersikap terbuka dan proaktif dalam menyampaikan laporan keuangan secara berkala kepada anggota.

Pembentukan koperasi dipandang sebagai langkah awal yang krusial. Namun, tantangan yang lebih besar adalah memastikan lembaga tersebut dapat beroperasi secara profesional, produktif, dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.

Wagub Jihan berharap agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama proses pelatihan dan sertifikasi ini tidak berhenti sebatas teori di ruang kelas, melainkan dapat diimplementasikan secara optimal saat koperasi mulai beroperasi di daerah masing-masing.

“Koperasi yang sehat dibangun dari tata kelola yang baik, pengurus yang berintegritas, dan yang terpenting adalah kepercayaan dari para anggotanya. Dengan fondasi tersebut, KDKMP diharapkan mampu tumbuh dan bertransformasi menjadi motor penggerak utama perekonomian di tingkat desa dan kelurahan,” pungkasnya.

Pelatihan dan sertifikasi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam melahirkan sumber daya manusia pengelola koperasi yang kompeten, andal, dan siap mendukung visi pembangunan ekonomi kerakyatan di Provinsi Lampung. (Sandi Putra/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!