STUDIO2NEWS, CILEGON — Insiden kebakaran yang menimpa Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi di perairan Merak berakhir tragis. Setelah sempat berhasil dipadamkan, kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tersebut justru miring, terbalik, dan tenggelam di alur masuk pelabuhan pada Rabu (21/10/2026) malam.
Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, IPTU Agie Dwisetio Putra, membenarkan peristiwa tenggelamnya kapal rute Bakauheni–Merak tersebut.
“Betul (KMP Batumandi tenggelam),” ujar IPTU Agie singkat.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), detik-detik mencekam memperlihatkan kapal mulai miring ke sisi kiri sekitar pukul 20.54 WIB. Secara perlahan, lambung kapal semakin condong hingga akhirnya terbalik dan karam. Meski demikian, sebagian badan kapal masih tampak muncul di permukaan laut dan tidak tenggelam sepenuhnya.
Tenggelamnya KMP Batumandi di jalur utama pelayaran membuat otoritas bergerak cepat. Petugas Vessel Traffic Service (VTS) Merak langsung menyiarkan peringatan navigasi secara berulang melalui radio siaran kapal agar tidak terjadi kecelakaan lanjutan.
“Informasi kepada semua kapal penumpang, KMP Batumandi sudah tenggelam di alur masuk kapal penyeberangan Merak. Kapal yang masuk alur tersebut diharapkan lebih berhati-hati dan waspada,” bunyi peringatan darurat radio VTS Merak dikutip Kompas.com.
Musibah berawal saat KMP Batumandi yang mengangkut 420 penumpang, 40 awak kapal, serta 89 unit kendaraan hendak bersandar di Dermaga 1 Eksekutif Pelabuhan Merak usai berlayar dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Kebakaran hebat yang melanda kapal berhasil dipadamkan pada Selasa (20/10/2026) malam.
Petugas kemudian mengerahkan sejumlah kapal tunda (tugboat) untuk menyemprotkan water cannon demi proses pendinginan (cooling) hingga Rabu malam. Beruntung, seluruh penumpang dan kru kapal dinyatakan selamat tanpa korban jiwa.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menegaskan pihaknya masih menunggu investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kepolisian untuk mengungkap pemicu kebakaran.
“Kami belum bisa memastikan penyebabnya karena masih menunggu hasil investigasi KNKT dan kepolisian. Jadi jika ada spekulasi bahwa api berasal dari buritan, dek, atau mesin, kami belum bisa menjawabnya,” kata Heru.
Guna mengamankan alur penyeberangan vital Selat Sunda, PT ASDP Indonesia Ferry kini tengah menyiapkan operasi salvage atau pengangkatan bangkai kapal.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, menjelaskan bahwa sebagai langkah darurat awal, lokasi karamnya kapal langsung dipasangi buoy (pelampung suar penanda).
“Langkah pengamanan dilakukan melalui pemasangan buoy sebagai penanda lokasi kapal agar navigasi kapal lain tidak terganggu dan mencegah kecelakaan lanjutan,” tutur Windy, Kamis (22/10/2026).
ASDP memastikan seluruh proses evakuasi akan memperhitungkan kondisi perairan, arus laut, serta standar keselamatan operasional tertinggi.
“Perusahaan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar langkah penanganan berjalan optimal sekaligus mendukung kelancaran operasional penyeberangan di Pelabuhan Merak,” pungkasnya. (Red).













