Studio2News – Gelombang empati dan solidaritas meluas di kalangan insan pers tanah air. Ratusan jurnalis di berbagai kota besar, mulai dari Jakarta, Bandung, hingga Surabaya, menggelar aksi nyala lilin dan doa bersama secara serentak pada Jumat (11/9) malam.
Aksi ini ditujukan untuk mendoakan keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Selasa (8/9) lalu saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Di Jakarta, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jakarta memusatkan aksi solidaritas di Balai Pewarta Foto, kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Ratusan jurnalis berkumpul memanjatkan doa agar tim SAR gabungan diberikan kemudahan dan keselamatan dalam menyisir perairan Selat Sunda.
“Semoga segala upaya yang telah dilakukan tim pencari, serta panjatan doa dari semuanya dapat berbuah kabar yang terbaik,” tutur Ketua PFI, Dwi Pambudo, dikutip CNN Indonesia.
Sekretaris Jenderal PFI Jakarta, Eusebio Chrysnamurti, menegaskan bahwa aksi ini merupakan dorongan moral bagi seluruh tim pencari yang tengah berpacu dengan waktu di lapangan demi menemukan para ‘pahlawan informasi’ tersebut.
Aksi serupa bergema di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung. Kolaborasi PFI, IJTI Jawa Barat, dan AJI Bandung mengumpulkan puluhan insan pers yang meliput di wilayah Bandung Raya. Mereka duduk melingkar sembari menyalakan lilin sebagai simbol harapan.
“Aksi malam ini adalah ikhtiar bersama dan bentuk solidaritas insan pers. Kami berdoa agar seluruh jurnalis dan awak kapal segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Raisan Al Farisi, salah seorang pewarta yang hadir.
Sementara di Surabaya, puluhan jurnalis berkumpul di Taman Apsari sejak petang. Dengan meletakkan foto kelima jurnalis yang hilang di tengah lingkaran doa, atmosfer haru menyelimuti jalannya aksi.
“Simbol lilin ini adalah simbol harapan dari kami semua agar kelima rekan kami beserta tiga orang kru dapat segera ditemukan selamat,” ungkap Ketua PFI Surabaya, Suryanto Betha Putramudji.
Insiden ini bermula ketika speed boat yang membawa rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak di perairan Kabupaten Pandeglang, Banten. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten selaku SAR Mission Coordinator, Al Amrad, mengonfirmasi ada delapan penumpang di dalamnya, Warta (55/kapten), Surakman (60/ABK), Heriyanto (49/pemandu), serta lima jurnalis, M Bagus Khoirunnas (pewarta foto LKBN ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (pewarta lepas).
Hingga hari keempat operasi pencarian, tim SAR gabungan telah memperluas area operasi hingga mencakup empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan total luas mencapai 3.243 nautical mile. Doa dan harapan dari seluruh pelosok negeri terus mengalir agar keajaiban menyertai pencarian ini. (Red).













