Rangkaian Gempa Bumi Mengguncang Tanggamus dan Sekitarnya, BMKG Catat Puluhan Aktivitas Seismik 28 – 29 Oktober 2026

Bandar Lampung- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi rentetan aktivitas gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Tanggamus, Lampung, beserta kawasan sekitarnya. Berdasarkan data pemantauan real-time sistem otomatis BMKG, puluhan aktivitas gempa bumi tercatat mengguncang wilayah tersebut sejak Selasa (28/10) sore hingga Rabu (29/10) pagi.

Sebagian besar gempa bumi berpusat di darat dengan kedalaman yang relatif dangkal, berkisar antara 1 hingga 28 kilometer. Fenomena gempa dangkal beruntun ini mengindikasikan adanya aktivitas sesar lokal yang aktif di wilayah daratan Tanggamus dan sekitarnya.

Berdasarkan catatan pemantauan terkini, aktivitas kegempaan didominasi oleh magnitudo kecil hingga menengah. Beberapa kejadian gempa yang tercatat meliputi:

  • Gempa Paling Signifikan: Guncangan dengan magnitudo terbesar tercatat mencapai M 4.1 yang terjadi pada Selasa (28/10) sore pukul 15:22 dan 15:23 Wib, berpusat di darat sekitar 7 kilometer baratlaut Tanggamus pada kedalaman dangkal 1 hingga 3 kilometer. Selain itu, beberapa gempa dengan magnitudo berkisar antara 3.0 hingga 3.6 turut dirasakan secara signifikan oleh masyarakat setempat.
  • Perkembangan Terkini (29 Oktober 2026): Menjelang dini hari hingga pagi hari ini, aktivitas gempa susulan (aftershocks) masih terus terekam. Antara pukul 02:25 hingga 05:13 Wib, beberapa kali gempa kembali terjadi, di antaranya gempa M 3.5 pada pukul 03:23 Wib serta serangkaian gempa mikro berkekuatan M 1.7 hingga M 2.6 di darat baratlaut Tanggamus serta wilayah laut Pesisir Barat.

Pihak BMKG merilis bahwa data yang tersaji merupakan informasi awal yang dikirimkan secara otomatis dan real-time. Status dan parameter data akan terus diperbarui secara berkala setelah para ahli seismologi selesai melakukan analisis mendalam terhadap seluruh rekaman data seismik yang masuk.

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diingatkan untuk senantiasa memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal guna memastikan tidak ada kerusakan struktural yang dapat membahayakan keselamatan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!