Lampung Jadi Magnet Investasi, REI Siap Garap Sektor Strategis dan Hilirisasi

BANDAR LAMPUNG, studio2news.com – Provinsi Lampung kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi utama investasi di Pulau Sumatera. Melalui wadah Realestat Indonesia (REI), para pengusaha nasional berencana mengambil peran besar dalam pembangunan berbagai sektor di provinsi berjuluk Sai Bumi Ruai Jurai ini.

Langkah strategis ini sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mendaulat Lampung sebagai pusat hilirisasi komoditas untuk wilayah Sumatera. Penunjukan ini bukan tanpa alasan; posisi Lampung sebagai pintu gerbang utama Pulau Sumatera menjadikannya titik distribusi dan pengolahan hasil bumi yang sangat vital.

Kemajuan Lampung saat ini dibuktikan dengan tren positif pertumbuhan ekonomi serta gencarnya pembangunan infrastruktur yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat. Daya tarik inilah yang mendorong REI untuk menjalin kerja sama lebih erat dengan Pemerintah Provinsi Lampung.

Adapun sektor-sektor yang masuk dalam radar rencana kerja sama ini meliputi, Pengembangan destinasi unggulan, Optimalisasi hasil bumi Lampung, Pembangunan kawasan hunian dan komersial yang terintegrasi.

Mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Lampung, Sulpakar, menjelaskan bahwa saat ini komunikasi antara Pemprov dan REI tengah memasuki tahap penjajakan serius menuju penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

“Saat ini baru tahap pertemuan menuju kerjasama MoU. Kami perlu mengkaji lebih dalam, baik dari segi positif maupun negatifnya, demi kepentingan pemerintah dan seluruh masyarakat Lampung,” ujar Sulpakar. Kamis (7/5/2026).

Secara spesifik, Sulpakar menambahkan bahwa pihak REI menaruh minat besar pada pengembangan sektor Taman Hutan Rakyat (Tahura). Mengingat Lampung memiliki kekayaan destinasi pariwisata serta hutan lindung yang luas, potensi ini dinilai mampu menghasilkan komoditas pertanian unggulan sekaligus menjadi paru-paru ekonomi hijau bagi daerah.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan Lampung tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri melalui hilirisasi dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. (Sandi/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!