Pesawaran- Ada pemandangan yang berbeda di sejumlah titik strategis Kabupaten Pesawaran. Alih-alih sekadar razia kaku, jajaran Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Pesawaran memilih untuk turun tangan langsung merangkul masyarakat. Di bawah komando langsung Kasat Lantas AKP Foni Salimubun, Operasi Patuh Krakatau 2026 yang digelar pada Selasa (27/2/2026) ini hadir dengan wajah baru yakni humanis, edukatif, namun tetap tegas demi keselamatan bersama.
Didampingi personel andalannya di lapangan IPDA M. Munasik, Briptu Ari S., dan Bripda M. Dimas, AKP Foni memimpin langsung penertiban di tiga titik nadi lalu lintas Kabupaten Pesawaran, yakni Simpang Tugu Coklat, Gedong Tataan, Jalan Lintas Sumatera (Jalinbar) Desa Kurangan Nyawa, dan Jalan Raden Gunawan, Graha Adora
Langkah proaktif Kasat Lantas Polres Pesawaran yang turun langsung ke jalan membuktikan bahwa penegakan hukum lalu lintas bukan lagi soal mencari-cari kesalahan, melainkan bentuk nyata kecintaan Polisi kepada keselamatan warganya.
Alih-alih langsung menjatuhkan sanksi berat, operasi kali ini menitikberatkan pada pendekatan dialogis, edukasi langsung, serta peneguran simpatik. Para pengendara yang kedapatan melanggar diajak berdiskusi secara humanis mengenai pentingnya mematuhi rambu-rambu demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
“Keselamatan di jalan adalah cerminan budaya suatu daerah. Kami ingin masyarakat Pesawaran patuh bukan karena takut ada Polisi, tetapi karena sadar bahwa ketertiban, keselamatan, dan keramahan di jalan merupakan hal yang sangat penting,”Ujar AKP Foni
Meski mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif, ketegasan tetap dijaga demi menegakkan ketertiban umum. Dari giat penertiban hari ini, Sat Lantas Polres Pesawaran mencatat data penegakan hukum yang terukur Teguran Lisan (Simpatik) sebanyak 30 teguran, pelanggaran ETLE sebanyak 5 tindakan, dan pelanggaran Non-ETLE sebanyak 2 tindakan
Angka teguran lisan yang mendominasi menunjukkan komitmen kuat kepolisian untuk mengutamakan edukasi pencegahan ketimbang hukuman semata. Warga yang diberikan teguran simpatik tampak menyambut positif dan berjanji akan lebih tertib kedepannya.
Melalui Operasi Patuh Krakatau 2026 ini, Polres Pesawaran tidak hanya sekadar menjaga arus lalu lintas tetap aman, tertib, dan lancar (Kamseltibcar Lantas), tetapi juga tengah menanamkan fondasi budaya berlalu lintas yang kokoh untuk jangka panjang.
Kolaborasi yang hangat antara Polisi dan masyarakat di jalan raya ini menjadi bukti membanggakan bahwa sinergi penegak hukum dan warga adalah kunci utama dalam menekan angka kecelakaan di Kabupaten Pesawaran. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus menjadi laporan nyata atas dedikasi tanpa henti aparat kepolisian bagi keselamatan masyarakat dedikasi Polisi Bersama Masyarakat. (Sandi Putra/ Red)













