Kapolri  Dorong Penggunaan Body-Worn Camera Dalam Pengamanan Aksi Unjuk Rasa

Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan dialogis dalam setiap penugasan pengamanan aksi penyampaian pendapat di ruang publik maupun penanganan potensi konflik sosial. Langkah ini diambil guna memastikan hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan aspirasi dapat terlaksana secara aman, tertib, dan terkendali.

Sebagai bentuk penguatan transparansi dan tata kelola pengamanan yang profesional, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mendorong para personel di lapangan untuk memanfaatkan kamera yang dikenakan di tubuh (body-worn camera). Peranti rekam portabel ini disiapkan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat akuntabilitas operasional serta memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib. Sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas, Polri juga mendorong pengunaan kamera yang dikenakan personel atau body-worn camera dalam pelaksanaan tugas pengamanan,” ujar Jenderal Suyudi pekan lalu..

Penerapan pengamanan berbasis dialog dan pemanfaatan teknologi modern ini selaras dengan komitmen Polri dalam memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban Nasional (Kamtibmas)

Di samping penguatan internal institusi, Polri juga mengimbau partisipasi aktif masyarakat untuk senantiasa menjaga ketertiban umum serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk provokasi maupun disinformasi yang belum terverifikasi kebenarannya di ruang publik. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!