Jeritan Diujung Antrian, Membuka Mata Pemangku Kebijakan Provinsi Lampung

Lampung Utara, Studio2news.com — Pemandangan menjemukan sekaligus mencemaskan terlihat di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten/kota Provinsi Lampung dalam sepekan terakhir.

Antrean kendaraan, baik roda dua maupun roda empat ke atas, kini bukan lagi pemandangan musiman, melainkan menjadi rutinitas harian yang terjadi setiap jam.

Kemacetan mengular hingga memakan bahu jalan Nasional, seperti yang terlihat di jalan lintas Sumatera hingga ke wilayah Lampung Barat, Lampung Tengah, dan Kota Bandar Lampung. Ironisnya, di tengah isu transisi energi, warga justru harus “menggadaikan” waktu produktif mereka berjam-jam demi mendapatkan beberapa liter bahan bakar.

“Cari solar susah Mas, dari semalam keluar kapal Bakauheni sampai sini (Lampura, red) belum juga dapat. Lihat saja antrinya panjang, bukan solar aja tapi semua BBM, syukur kalau bisa dapat nantinya Mas,”keluh Marpaung supir angkutan barang, Sabtu (13/6)

Pemerintah Daerah tidak bisa terus-menerus menggunakan pola “pemadam kebakaran” baru bergerak ketika antrean sudah mengganggu ruang publik.

Perlunya Manajemen Stok Berlapis, Provinsi Lampung, sebagai gerbang utama Pulau Sumatera, idealnya memiliki ketahanan cadangan BBM Daerah yang mampu bertahan minimal dua pekan untuk meredam guncangan distribusi dari pusat. Atau apakah ada penyebab lainnya, dan tentu ini harus menjadi langkah kerja nyata pemangku kebijakan Daerah agar antrian itu tidak lagi terlihat.

Jika tata kelola distribusi dan ketegasan pengawasan di lapangan tidak diperbaiki secara struktural, maka waktu produktif masyarakat Lampung akan terus habis terjebak di dalam aspal panas antrean SPBU dan bahkan harga komoditas akan naik, belum lagi antrian yang sampai memakan separuh badan jalan. (Yogi/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!