Lampung Selatan- Merespons kabar yang sempat viral di media sosial, Pimpinan Yayasan Puri Andan Jejama, Sariyanti, melakukan kunjungan kemanusiaan ke kediaman Zahratun, balita berusia satu tahun penderita bibir sumbing di Dusun Sukamandi, Desa Sukamaju, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Selasa (18/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial setelah pihak yayasan menerima laporan dari masyarakat terkait kondisi fisik serta beban ekonomi yang dialami keluarga balita tersebut.
Dalam kunjungannya, Sariyanti menyampaikan keprihatinannya atas kondisi kesehatan Zahratun, putri dari pasangan Nasrulloh (26) dan Jumiyah (26). Ia menekankan pentingnya respons cepat dan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan serta instansi teknis terkait untuk segera memberikan tindakan medis.
“Saya selaku Pimpinan Yayasan Puri Andan Jejama turut prihatin atas kondisi yang dialami adik Zahratun. Balita seusianya sangat membutuhkan penanganan medis yang tepat,” ujar Sariyanti di lokasi.
Sariyanti juga menyuarakan perlunya langkah proaktif dari dinas terkait dalam memantau kondisi masyarakat di lapangan secara berkelanjutan. Menurutnya, pemetaan dan penjangkauan warga yang membutuhkan bantuan idealnya dilakukan secara preventif tanpa harus menunggu kabar tersebut viral di media sosial.
Sebagai bentuk dukungan moral dan material, Yayasan Puri Andan Jejama menyerahkan bantuan logistic. Menanggapi kepedulian tersebut, Nasrulloh bersama sang istri menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya.
“Kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Sariyanti atas bantuan dan perhatiannya. Semoga kebaikan ini mendapat balasan yang setimpal,” tutur Nasrulloh.
Zahratun sendiri bersama orang tuanya merupakan warga asal Desa Suak yang saat ini menumpang tinggal di kediaman kakeknya, Ayep Khoirul Saleh (67), di Dusun Sukamandi, Desa Sukamaju. Diharapkan, melalui perhatian publik dan aksi cepat berbagai pihak, balita tersebut dapat segera mendapatkan tindakan operasi penanganan bibir sumbing secara optimal. (Wawan/ Red)













