Isak Tangis Pecah Di Jalinsum, Pelukan Terakhir Ibu Dan Balita Yang Berujung Tragedi

LAMPUNG UTARA Studio2news.com – Pagi yang cerah di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) Desa Tanjung Iman, Lampung Utara seketika berubah menjadi kelabu. Selasa (5/5/2026), kecelakaan maut merenggut nyawa Novita Sari (33) dan putri kecilnya, Jihan Syaqila yang baru berusia 2 tahun.

Kepergian ibu dan anak yang tragis ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga yang menyaksikan evakuasi korban.

​Sekitar pukul 07.15 WIB, Novita memacu sepeda motor Honda Supra Fit miliknya menyusuri aspal Jalinsum. Di belakangnya, Jihan kecil mungkin sedang bersandar nyaman pada punggung sang ibu, tak menyadari bahwa maut sedang mengintai dari balik truk Fuso besar.

​Suara benturan keras tiba-tiba memecah keheningan Desa, salah seorang saksi mata yakni Tungkir warga setempat berlari keluar rumah dengan jantung berdebar. Namun, yang ia temukan adalah pemandangan menyayat hati.

“Saya dengar suara keras sekali. Pas saya dekati, mereka sudah terkapar sudah tidak bergerak lagi,” kenang Tungkir dengan suara bergetar.

Berdasarkan penyelidikan polisi dari.olah tempat kejadian peristiwa (TKP), motor yang dikendarai Novita ditabrak dari belakang oleh truk Fuso Hino dengan nomor polisi BE 9750 BU. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak terelakkan. Tubuh ibu dan anak itu terhempas ke aspal panas dan terlindas roda kendaraan besar tersebut.

​Luka yang dialami keduanya sangat memilukan, Novita mengalami cedera berat di kepala sementara Jihan kecil menderita luka parah di kaki dan pendarahan. Keduanya menghembuskan napas terakhir secara bersamaan di lokasi kejadian, seolah enggan terpisahkan bahkan oleh maut sekalipun.

​Sopir truk yang diketahui yakni Saudi Mustofa (31) sempat meninggalkan lokasi karena didera rasa takut akan amuk massa. Namun, nuraninya membawanya untuk menyerahkan diri ke Satlantas Polres Lampung Utara guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

​Kapolsek Abung Selatan, AKP Mahbub Junaidi, mengonfirmasi bahwa kedua korban memang melaju searah menuju Kotabumi sebelum kecelakaan merenggut masa depan mereka.
​Kini, Desa Tanjung Harapan diselimuti awan hitam. rumah kehilangan sosok ibu yang penuh kasih dan tawa riang seorang balita. Spakbor motor yang hancur di kantor polisi menjadi saksi bisu perjalanan terakhir yang tak pernah sampai ke tujuan.

​Polisi kini tengah mendalami unsur kelalaian dalam kasus ini. Namun, bagi keluarga yang ditinggalkan, tak ada proses hukum yang bisa mengembalikan pelukan hangat Novita dan tawa mungil Jihan ke tengah-tengah mereka. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!