LAMPUNG UTARA, Studio2News – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81, pemandangan ironis tersaji di jantung Kabupaten Lampung Utara.
Bangunan yang seharusnya menjadi simbol penghormatan kepada para pejuang bangsa, Gedung Veteran Granadha atau Kantor Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) setempat, justru tampak berdiri megah dalam balutan kesuraman dan terkesan terlupakan.
Alih-alih bersolek menyambut hari kemerdekaan, gedung yang secara historis menjadi pusat kegiatan para veteran dan Dewan Harian Cabang 45 ini justru dibiarkan merana tanpa sentuhan perawatan oleh pemerintah.
Alih fungsi terselubung dan minimnya kepedulian pemerintah daerah membuat kondisi fisik bangunan kian mengenaskan dari tahun ke tahun.
Berdasarkan pantauan di lapangan, cat dinding yang dulunya gagah kini telah mengelupas, ditumbuhi jamur, dan tertutup debu tebal. Tak ada lagi kesan sakral sebagai rumah para pejuang kemerdekaan. Yang terkesan hanyalah bangunan tua terbengkalai yang merusak estetika tata kota.
Sudah bertahun-tahun lamanya gedung ini luput dari alokasi anggaran pemeliharaan, Keberadaannya kini justru menjadi ironi di tengah hiruk-pikuk kota, seolah menegaskan betapa cepatnya jasa para pahlawan dilupakan oleh pemangku kebijakan.
Alih-alih berbenah menyambut perayaan kemerdekaan, simbol perjuangan ini justru dibiarkan kusam tak terawat tanpa ada tanda-tanda kepedulian.
“Bagaimana kita bisa berbicara tentang nasionalisme dan penghormatan kepada para pejuang, jika tempat yang mereka naungi saja dibiarkan membusuk di depan mata kepala kita sendiri?”
Kritik tajam kini mengarah kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Publik mempertanyakan komitmen para pejabat daerah yang gemar merayakan kemerdekaan secara seremonial, namun menutup mata terhadap kondisi nyata aset sejarah di daerahnya. (Diq).













