Lampung Utara – Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara menggelar kegiatan edukasi mengenai pemanfaatan Teknologi Informasi (IT) sebagai penunjang publikasi program kerja, Kamis (16/7/2026). Bertempat di Aula Kantor Dinas Kesehatan, kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wib ini dihadiri oleh seluruh Kepala Puskesmas se-Lampung Utara dengan menghadirkan Studio2 sebagai fasilitator materi.
Edukasi ini bertujuan untuk mendorong seluruh Puskesmas agar lebih aktif dan terukur dalam mempublikasikan berbagai kegiatan serta program kerja pelayanan kesehatan. Melalui keterbukaan informasi ini, masyarakat diharapkan dapat mengetahui, memahami, dan mengakses berbagai bentuk pelayanan yang disediakan oleh Pemerintah Daerah secara lebih mudah.
Dalam pemaparan materi, ditekankan bahwa pemanfaatan IT, khususnya melalui pengelolaan media sosial resmi Puskesmas, harus dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab. Pengelolaan media sosial instansi kesehatan tidak hanya sekadar mengunggah dokumentasi kegiatan, tetapi juga harus mematuhi regulasi dan aturan hukum yang berlaku, termasuk menjaga kerahasiaan data medis pasien serta menerapkan etika komunikasi publik yang santun.
Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, Maya Manan dalam arahannya menyampaikan bahwa di era digital saat ini, media sosial merupakan jembatan tercepat dan paling efektif untuk menyebarkan informasi edukasi kesehatan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat,”Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan dituntut mandiri dan kreatif dalam mengemas informasi program kerja agar lebih menarik dan mudah dipahami publik,”jelas Maya Manan.
Melalui agenda edukasi bersama Studio2 ini, seluruh Kepala Puskesmas di Lampung Utara berkomitmen untuk segera mengimplementasikan strategi publikasi berbasis digital di wilayah kerja masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi publik, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan, serta mempercepat penyebaran edukasi kesehatan secara masif di Kabupaten Lampung Utara.
Direktur Utama studio2, Evicko Guantara mengatakan dalam materinya, bahwa operator atau pihak Puskesmas harus mengetahui metode dalam pengambilan gambar dan penulisan data, tujuannya agar apa yang disampaikan dalam media sosial nantinya dapat difahami oleh masyarakat,” Edukasi ini tentunya lebih kepada memastikan operator Puskesmas menangkap cerita secara komprehensif, mulai dari suasana lokasi hingga ekspresi detail, serta menguasai variasi jarak dan sudut pandang pengambilan gambar. Lebih kepada, pembuatan naskah gambar yang mewajibkan kejujuran, objektivitas, dan akurasi,”terang Vicko singkat. (Riski/ Red)













