UPTD Puskesmas Kotabumi Udik Optimalkan ‘Puskesmas Mider’

Lampung Utara- Aksesibilitas layanan kesehatan primer yang merata dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tetap menjadi prioritas utama sektor kesehatan publik. Menjawab tantangan geografis dan mobilitas warga, Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Kotabumi Udik konsisten menjalankan program “Puskesmas Mider” suatu inisiatif Puskesmas Keliling yang dirancang untuk mendekatkan fasilitas medis langsung ke masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Kotabumi Udik, Siti Rohmah Sukaesih menegaskan bahwa operasional program ini berjalan secara terstruktur dan terjadwal setiap pekan. Integrasi lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan di lapangan.

“Operasional Puskesmas Mider kami laksanakan secara rutin setiap hari Kamis. Sebagai langkah mitigasi dan optimalisasi target sasaran, kami selalu berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kepala Desa atau Lurah setempat. Langkah ini krusial agar sosialisasi masif dapat dilakukan di tingkat rukun tetangga, sehingga masyarakat yang membutuhkan intervensi medis dapat terfasilitasi dengan optimal,” ujar Siti Rohmah saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).

Program yang digagas oleh Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis ini tidak hanya berfungsi sebagai unit pemeriksaan melainkan sebagai pos pelayanan kesehatan primer terpadu. Seluruh penanganan dalam program ini diberikan tanpa pungutan biaya, mencakup pemeriksaan kesehatan berkala, konsultasi dokter umum, skrining laboratorium sederhana

Selain memberikan pengobatan kuratif tingkat awal, program ini juga menerapkan tata kelola sistem rujukan berjenjang secara ketat demi keselamatan pasien.

“Puskesmas Mider berfungsi sebagai lini pertama deteksi di komunitas. Jika tim medis menemukan kasus yang memerlukan tata laksana penanganan lebih spesifik, pasien akan diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan di fasilitas Puskesmas induk. Apabila eskalasi klinisnya menunjukkan indikasi medis yang memerlukan tindakan spesialistik, kami akan segera memproses penerbitan rujukan ke Rumah Sakit umum yang berkompeten,” urai Siti Rohmah terkait alur pelayanan.

Dari perspektif kesehatan masyarakat, inovasi jemput bola seperti Puskesmas Mider memiliki nilai edukatif yang tinggi. Kehadiran tenaga kesehatan secara berkala di tengah pemukiman efektif membangun kesadaran (awareness) warga mengenai pentingnya deteksi dini (skrining) penyakit sebelum memasuki fase komplikasi.

Model pelayanan berbasis komunitas ini terbukti efektif mengatasi hambatan finansial transportasi maupun keterbatasan fisik warga lansia dan penyandang disabilitas untuk menjangkau fasilitas kesehatan konvensional. Respon positif yang konsisten dari masyarakat Lampung Utara mengindikasikan bahwa pemenuhan hak atas kesehatan dasar berkeadilan dapat dicapai melalui komitmen birokrasi yang adaptif dan berorientasi pada pelayanan publik. (Yogi/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!