Tak Lagi Dilatih Ala Militer, Calon Manajer Kopdes Kini Fokus Penguatan Ketahanan Pangan

JAKARTA, Studio2News – Puluhan ribu calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kini tak lagi sekadar belajar manajemen. Mereka dipaksa memahami bahwa kedaulatan bangsa dimulai dari piring makan masyarakatnya.

Dalam Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial yang berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (11/7/2026), fokus utama pelatihan bergeser pada penguatan ketahanan pangan sebagai fondasi vital pertahanan nasional.

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsma TNI Ali Gusman, menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar isu agrikultur, melainkan pilar utama ketahanan nasional. Ia berharap, para peserta yang tergabung dalam Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) ini tidak hanya cakap mengelola administrasi koperasi, tetapi juga memiliki militansi dalam memajukan ekonomi daerah.

“Edukasi ini adalah pemantik agar peserta SPPI menjadi ujung tombak pembangunan yang memiliki semangat juang, bukan sekadar pelaksana program,” ujar Ali dalam keterangan Dispen TNI AU, Selasa (14/7/2026).

Mayor Tek Jumadi, Kepala Subseksi Bina Potensi Dirgantara Lanud Halim Perdanakusuma, menekankan bahwa partisipasi aktif generasi muda dalam mengelola potensi pangan adalah kewajiban kolektif. Untuk memberikan gambaran nyata, para peserta langsung diterjunkan meninjau lahan pertanian dan fasilitas perikanan yang dikelola oleh Lanud Halim Perdanakusuma sebagai prototipe yang bisa diduplikasi di daerah masing-masing.

Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian panjang pelatihan bagi 35.476 calon pengelola yang terdiri dari 30.000 calon pengelola KDKMP dan 5.476 calon pengelola KNMP.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, sebelumnya memastikan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan kader yang tangguh. Pelatihan tersebut tersebar di 67 satuan pendidikan (Satdik) di seluruh penjuru Indonesia.

Program intensif ini membagi fokus menjadi dua fase yakni

  1. 30 Hari Pertama: Penggemblengan disiplin dan bela negara melalui Latsarmil Komponen Cadangan (Komcad).
  1. 15 Hari Terakhir: Penajaman kemampuan manajerial yang disinergikan dengan kementerian teknis terkait.

Dengan kombinasi fisik yang tangguh dan manajerial yang mumpuni, pemerintah menaruh harapan besar pada ribuan kader ini untuk menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus garda terdepan dalam menjaga stabilitas pangan nasional di desa dan pesisir. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!