Lampung Utara- Masyarakat Kabupaten Lampung Utara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan tubuh dalam beberapa hari terakhir. Pasalnya, fenomena masa peralihan musim (pancaroba) yang disertai dengan cuaca panas ekstrem tengah melanda wilayah kita. Perubahan cuaca yang drastis dari panas menyengat ke hujan tiba-tiba menjadi tantangan besar bagi imunitas tubuh.
Kepala Dinas Kesehatan, Maya Natalia Manan mengingatkan bahwa perpaduan suhu ekstrem dan kelembapan udara yang tidak stabil merupakan kondisi ideal bagi mikroorganisme penyebab penyakit untuk berkembang biak.
“Cuaca ekstrem dalam beberapa hari ini bukan sekadar membuat kita merasa gerah atau tidak nyaman, tetapi secara nyata menurunkan imunitas tubuh jika kita tidak melakukan langkah pencegahan. Kami meminta masyarakat untuk lebih peka terhadap sinyal tubuh dan menjaga lingkungan,” ujar Kadinkes, Maya, Senin 1 Juni 2026
Dinas Kesehatan memetakan beberapa penyakit utama yang grafiknya cenderung meningkat tajam selama musim pancaroba dan cuaca ekstrem ini yakni, Dehidrasi dan Heat Exhaustion dengan ditandai pusing, keringat berlebih, hingga lemas akibat tubuh kekurangan cairan. Sakit Kepala dan Migrain akibat paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama,”Penyakit Infeksi dan Saluran Pernapasan (Efek Pancaroba), ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) batuk, pilek, dan radang tenggorokan akibat debu yang beterbangan saat kering dan penurunan daya tahan tubuh, Demam Berdarah Dengue (DBD) genangan air yang muncul setelah hujan mendadak menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk bertelur. Gangguan Pencernaan (Diare & Tipus) angin kencang dan debu saat pancaroba sering kali membawa bakteri ke makanan yang tidak disajikan secara higienis,”jelasnya.
Untuk mengantisipasi bahaya kesehatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan membagikan lima tips utama yang wajib diterapkan oleh masyarakat yakni minum air putih minimal 2–3 liter per hari,”Jangan menunggu haus baru minum untuk menghindari dehidrasi, hindari paparan matahari langsung pada jam krusial (11.00 – 15.00), gunakan payung, topi, atau sunscreen. hindari paparan matahari langsung pada jam krusial (11.00 – 15.00), pastikan makanan tertutup rapat agar tidak terpapar debu dan lalat, cuci tangan dengan sabun sebelum makan. Selanjutnya kuras, tutup, dan manfaatkan kembali barang bekas untuk mencegah penumpukan sarang nyamuk DBD di sekitar rumah. Perbanyak makan buah dan sayur, serta pastikan tidur cukup (7-8 jam) agar antibodi tetap optimal,”imbau Kadiskes Maya
Di akhir keterangannya, Kepala Dinas Kesehatan menegaskan agar masyarakat tidak meremehkan gejala awal penyakit,”Jika Anda atau keluarga mengalami demam tinggi yang tidak turun dalam dua hari, lemas berlebih, diare terus-menerus, atau sesak napas, segera datangi Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Seluruh fasilitas kesehatan kami siap siaga melayani masyarakat Lampung Utara,” pungkasnya. (Red)













