Bandar Lampung – Suasana di Balai Wartawan Hi. Solfian Akhmad, Kantor PWI Provinsi Lampung, mendadak penuh ketegangan yang sunyi pada Minggu (5/7/2026) hari ini, pukul 14.00 Wib.
Bukan karena sedang ada konferensi pers darurat, melainkan karena sebanyak 20 “gajah” dan “benteng” siap bertempur dalam Seleksi Catur Tingkat Provinsi Lampung.
Turnamen ini menjadi panggung adu strategi bagi para jurnalis terbaik dari berbagai Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, Targetnya jelas: mengamankan posisi sebagai atlet andalan Lampung di ajang bergengsi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (PORWANAS) Tahun 2027 mendatang, di mana Lampung akan bertindak sebagai tuan rumah.
Jika biasanya para jurnalis ini disibukkan dengan memburu berita, mengejar narasumber, dan mengetik deadline, hari ini fokus mereka sepenuhnya beralih ke papan hitam-putih 64 petak.
Konsentrasi tingkat tinggi dan atmosfer kompetitif begitu terasa di dalam aula, Langkah demi langkah pion dipikirkan secara matang, karena satu blunder kecil bisa membuyarkan mimpi untuk mengenakan seragam kontingen Lampung di PORWANAS nanti.
“Ini bukan sekadar main catur biasa. Di sini, gengsi Daerah dan jurnalisme bersatu dalam strategi. Kami mencari yang terbaik dari yang terbaik,” ujar Penanggung Jawab Cabor Catur Porwanas, Zaini Tubara
Dijelaskan Zaini jika seleksi ketat ini sengaja digelar jauh-jauh hari demi membangun skuad catur yang solid dan mematikan,”Sebagai tuan rumah PORWANAS 2027, PWI Lampung jelas tidak main-main dan membidik target tinggi menyapu bersih medali emas di rumah sendiri.
“Dari 20 peserta yang bertanding hari ini, nantinya akan disaring menjadi tim inti yang akan menjalani program pemusatan latihan intensif. Siapa saja wartawan yang memiliki otak
“grandmaster” dan berhasil lolos? Kita tunggu hasil akhir dari pertarungan sengit di atas papan catur ini,”terangnya.
Hingga berita ini diturunkan, pertandingan seleksi catur masih berlangsung. (Sandi Pratama/Red)













