Jakarta, Studio2News – Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Susno Duadji, secara tegas membantah adanya isu ‘Perang Bintang’ atau perseteruan antarlembaga penegak hukum terkait penanganan kasus dugaan korupsi yang menyeret Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Dalam sebuah acara diskusi di salah satu tv swasta, Susno menekankan bahwa anggapan adanya konflik antara Polri, TNI, dan Kejaksaan Agung hanyalah persepsi publik yang tidak berdasar. Menurutnya, hubungan antarlembaga tersebut justru berjalan akrab dan harmonis.
“Kita harus tepis anggapan bahwa ini ada perang, enggak ada,” ujar Susno.
Susno menjelaskan bahwa meskipun terkadang terlihat ada ketegangan di panggung publik, di balik layar, para pimpinan lembaga penegak hukum menunjukkan kedekatan.
Susno mencontohkan bagaimana Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung tampak harmonis dalam berbagai kesempatan. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa para penyidik di kepolisian, kejaksaan, dan KPK memiliki tujuan yang sama, yaitu memberantas korupsi.
“Mereka sudah satu bahasa, musuh mereka sama, yaitu koruptor,” tegasnya.
Namun, Susno juga menyoroti adanya kejanggalan dalam prosedur penanganan kasus tersebut yang tidak sesuai dengan hukum acara yang berlaku. Ia menyoroti proses di mana sebuah perkara yang belum selesai penyidikannya, bahkan tersangka belum diperiksa, serta berita acara penyitaan dan penggeledahan belum rampung langsung dialihkan ke Kejaksaan.
“Itu kalau kita buka di hukum acara lama maupun hukum acara baru, tidak akan ketemu (prosedurnya),” ungkapnya,
seraya menyepakati pandangan yang sempat disampaikan oleh Mahfud MD terkait prosedur hukum dalam penanganan perkara tersebut. (Red)













