BANTEN, Studio2News – Langit Pantai Pagedongan, Carita, Banten, seolah merestui kesedihan yang mendalam pada Jumat (18/9/2026).
Di bawah naungan mendung pagi pukul 08.00 WIB, isak tangis keluarga dan kerabat pecah saat kelopak-kelopak bunga ditaburkan ke laut lepas.
Ini bukan sekadar ritual pelepasan, melainkan sebuah titik akhir yang dipaksakan oleh takdir, mengubur asa di tengah deru ombak setelah operasi pencarian resmi ditutup.
Sehari berselang pasca tim SAR gabungan mengetuk palu penghentian operasi pencarian hari ke-10, keluarga harus berlapang dada menerima kenyataan pahit.
Dua jurnalis yang menjadi kebanggaan keluarga, Ari Basuki (fotonews.com) dan Bagus Khairunas (jurnalis foto antara), menjadi bagian dari delapan korban yang hilang tanpa jejak saat menunaikan tugas suci meliput amukan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pemilihan Pantai Pagedongan sebagai lokasi pelarungan bukan tanpa makna. Tempat ini berdiri paling dekat dengan dermaga awal, saksi bisu saat kapal Arupadatu 01 bertolak membawa para pemburu berita pada 7 September lalu. Sebuah keberangkatan demi informasi publik, yang kini berujung pada keheningan abadi di palung lautan Sunda.
Keputusan dihentikannya operasi SAR bukan diambil tanpa pertimbangan matang. Selama sepuluh hari penuh, tim gabungan telah mengerahkan seluruh daya upaya: menyisir ganasnya perairan laut, menerobos koridor udara, hingga mendatangi pulau-pulau terpencil di sekitar kawasan bencana. Namun, hingga detik terakhir, tidak ada secercah pun tanda-tanda keberadaan kapal maupun kedelapan korban.
Meski buku pencarian resmi ditutup, secercah asa masih dijaga oleh aparat berwenang. Posko pemantauan tetap disiagakan di lapangan, dan operasi SAR berjanji akan kembali dibuka kapan pun jika ada laporan atau petunjuk valid dari nelayan, warga pesisir, maupun tim patroli yang menemukan secercah bukti baru.
Kini, para keluarga telah kembali dari bibir pantai dengan tangan hampa namun hati yang tabah. Tugas jurnalistik telah menunaikan takdirnya di garis depan bencana, meninggalkan warisan keberanian yang takkan lekang oleh abu letusan Krakatau. (Red).













