Sebanyak 50 Personel Brimob Diterjunkan Mencari Dua Anggota Yang Hilang

Kalimantan Tengah – Sebanyak 50 personel gabungan dari Satuan Brimob dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng telah dikerahkan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memperkuat pengamanan, memburu para pelaku penyerangan, sekaligus menyisir sungai untuk mencari dua anggota yang dinyatakan hilang setelah nekat mengarungi derasnya arus sungai demi menyelamatkan diri.

“Saat ini masih proses pencarian di sungai Desa Tumbang Kalemei untuk mencari dua personel yang hilang,” tegas Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, saat dikonfirmasi Kamis (2/7/2026).

Tragedi ini bermula dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran sabu di wilayah tersebut. Satresnarkoba Polres Katingan bergerak cepat membidik dua target operasi kakap seorang residivis narkotika berinisial BIO dan rekannya BUSU.

  • Rabu (1/7), 21.00 WIB: Tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Kasatresnarkoba bertolak menuju lokasi.
  • Kamis (2/7), 00.30 WIB: Sebanyak 12 personel tiba di TKP. Sembilan anggota merangsek masuk melakukan penangkapan, sementara tiga lainnya bersiaga sebagai tim pendukung di area SMP setempat.

Awalnya, penangkapan berjalan mulus. Pelaku BIO berhasil diringkus tanpa perlawanan berarti. Namun, situasi mendadak berubah menjadi horor ketika sejumlah orang di dalam rumah nekat melakukan perlawanan brutal menggunakan senjata tajam.

Briptu Dedi nyaris menjadi korban saat seorang pria tiba-tiba menyerangnya menggunakan parang dari arah dapur, beruntung serangan itu berhasil digagalkan. Tak berhenti di situ, dua pria lain kembali merangsek maju mengayunkan parang ke arah Kasatresnarkoba.

Melihat nyawa rekannya terancam, Aiptu Sumariyanto sempat melepaskan tembakan peringatan. Karena tidak diindahkan dan serangan kian membabi buta, petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terukur. Satu penyerang bernama Teriyo (40) ambruk dan tewas di tempat.

Tewasnya Teriyo menyulut kemarahan besar. Dalam hitungan menit, puluhan warga dan pihak keluarga yang naik pitam mengepung lokasi kejadian. Mereka mempersenjatai diri dengan parang, balok kayu, hingga senjata api rakitan.

Kalah jumlah, tim penindakan memutuskan untuk mundur taktis sambil meminta bantuan darurat (back up) dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah. Aksi kejar-kejaran bak film laga pun terjadi; kendaraan Polisi sempat diburu oleh mobil SUV silver dan dihadang kelompok bersenjata tajam, sebelum akhirnya sebagian personel berhasil lolos ke Polsek terdekat.

Nahas, beberapa personel yang terjebak di sebuah pulau kecil tidak memiliki pilihan lain selain melompat ke sungai untuk menyelamatkan diri dari amukan massa.

Arus sungai yang sangat deras membuat Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhi Perdana Putra, dan Bripda Nopandri Ramadhana diduga kelelahan saat berenang. Sementara lima anggota lainnya berhasil mencapai daratan seberang dan bertahan hidup dengan bersembunyi di dalam hutan sebelum akhirnya dievakuasi.

Setelah situasi berhasil dikendalikan oleh tim bantuan, penyisiran langsung dilakukan. Polisi menemukan pemandangan tragis: Aipda Yudhi Perdana Putra ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di atas sebuah lanting (rumah terapung) dengan luka bacok serius di bagian kepala. Hingga saat ini, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih belum ditemukan.  (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!