Mesuji- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mesuji mencatatkan tren positif dalam penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2026. Hingga 31 Agustus 2026, realisasi penerimaan pajak daerah di wilayah tersebut telah mencapai 82,65 persen dari target yang ditetapkan.
Kepala Bapenda Kabupaten Mesuji, M. Taufik Widodo mengungkapkan bahwa target PAD Kabupaten Mesuji pada 2026 ditetapkan sebesar Rp44.493.010.793. Dari angka tersebut, penerimaan yang sudah masuk ke kas daerah per akhir Agustus telah menembus Rp36.775.648.461.
“Melihat capaian per 31 Agustus yang sudah menyentuh angka 82,65 persen atau lebih dari Rp36,7 miliar, kami optimistis target PAD sebesar Rp44,4 miliar dapat terealisasi 100 persen hingga akhir tahun,” ujar Taufik saat ditemui di ruang kerjanya, Desa Berasan Makmur, Kecamatan Tanjung Raya, Senin (14/9/2026).
Taufik menjelaskan, penopang utama pendapatan daerah di Kabupaten Mesuji bersumber dari sembilan jenis pajak. Sektor-sektor tersebut meliputi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Barang dan Jasa Pertentu (PBJT) yang mencakup pajak makanan/minuman, tenaga listrik, perhotelan, parkir, serta kesenian dan hiburan—Pajak Reklame, Pajak Air Tanah (PAT), Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Pajak Sarang Burung Walet, serta Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Dari keseluruhan jenis pajak daerah tersebut, penerimaan terbesar masih didominasi oleh PBB-P2.
“PBB-P2 menjadi kontributor terbesar bagi PAD Mesuji. Target yang kami tetapkan untuk PBB-P2 tahun ini adalah Rp18.552.500.000, dan per 31 Agustus realisasinya sudah mencapai Rp16.885.536.963 atau sekitar 91,01 persen. Artinya, sektor PBB-P2 tinggal menyisakan kekuarangan sebesar Rp1,66 miliar,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh wajib pajak di Kabupaten Mesuji atas kesadaran dan kepatuhan mereka dalam memenuhi kewajiban perpajakan tepat waktu. Menurutnya, kontribusi pajak dari masyarakat sangat krusial sebagai modal utama dalam menopang percepatan pembangunan infrastruktur dan layanan publik di Kabupaten Mesuji.
Berdasarkan data Bapenda, tren PAD Kabupaten Mesuji mencatatkan kenaikan konsisten dari tahun ke tahun. Sebagai perbandingan, pada 2022 target PAD Mesuji tercatat sebesar Rp21,364 miliar dan berhasil terealisasi penuh. Nilai tersebut terus tumbuh signifikan hingga menyentuh angka target Rp44,49 miliar pada 2026. (Sandi Putra/ Red)













