Peningkatan Titik Panas di Lampung, Pemprov Perkuat Mitigasi Karhutla Lewat Operasi Darat dan Modifikasi Cuaca

Bandar Lampung-  Pemerintah Provinsi Lampung meningkatkan kesiapsiagaan dini menyusul lonjakan titik panas (hotspot) yang mengindikasikan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah. Berdasarkan pemantauan citra satelit terkini BMKG,  periode 18 Oktober 2026 tercatat sebanyak 174 titik panas yang tersebar di sejumlah Kabupaten/kota di Bumi Ruwa Jurai.

Analisis data spasial menunjukkan bahwa sebaran titik panas terkonsentrasi di beberapa wilayah utama. Kabupaten Mesuji mencatatkan jumlah terbanyak dengan 48 titik, diikuti oleh Tulang Bawang (29 titik), Lampung Timur (26 titik), serta Lampung Tengah (20 titik). Wilayah lainnya seperti Way Kanan, Tulang Bawang Barat, Lampung Utara, Lampung Selatan, Lampung Barat, Pringsewu, dan Pesawaran turut melaporkan kemunculan titik panas dengan intensitas bervariasi.

Berdasarkan tingkat kepercayaannya (confidence level), data yang dihimpun dari sistem sensor satelit penginderaan jauh termasuk NASA-NOAA20, NASA-SNPP, dan NASA-MODIS didominasi oleh kategori sedang (medium) sebanyak 153 titik. Sementara itu, kategori rendah (low) tercatat 12 titik, dan kategori tinggi (high) sebanyak 9 titik.

Sebagai langkah responsif menghadapi ancaman karhutla, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Chalim, melakukan peninjauan langsung ke Posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan. Peninjauan ini difokuskan untuk mengevaluasi perkembangan penanganan karhutla, dengan prioritas khusus pada kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas.

“Meski titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi dilaporkan sudah nihil, kewaspadaan tetap harus dijaga secara ketat mengingat titik dengan tingkat kepercayaan sedang masih terpantau di lapangan,” ujar Wagub Jihan dalam arahannya.

Dalam upaya memperkuat penanganan terpadu, operasi saat ini didukung oleh sekitar 350 personel gabungan, termasuk tambahan kekuatan dari unsur TNI. Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengerahkan bantuan berupa 15 unit nozzle guna memaksimalkan efektivitas pemadaman di darat.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa strategi penanggulangan karhutla harus berjalan secara sinergis antara tim darat dan udara. Upaya pemadaman melalui metode water bombing (bom air) serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan. Kendati demikian, kondisi vegetasi yang rapat serta dinamika cuaca masih menjadi tantangan tersendiri di lapangan.

Menyikapi kondisi ini, Wagub Jihan telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung untuk memastikan akurasi pendataan personel serta ketersediaan peralatan di seluruh kabupaten/kota. Langkah ini krusial agar alokasi dukungan penanganan dapat didistribusikan secara tepat sasaran, disesuaikan dengan skala kebakaran dan kebutuhan riil di titik lokasi.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat luas untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta senantiasa merujuk pada informasi resmi terkait perkembangan titik api dan sebaran asap. Langkah mitigasi terpadu ini diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dari dampak buruk kabut asap. (Sandi Putra/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!