GAK Enam Kali Erupsi, Pantau Pergerakan Abu Vulkanik, BMKG Minta Warga Waspadai Perubahan Arah Angin 

LAMPUNG SELATAN, Studio2News — Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas signifikan dengan mengalami enam kali erupsi berturut-turut pada Minggu (18/10/2026).

Erupsi tersebut melontarkan abu vulkanik hingga ketinggian 5.000 kaki (sekitar 1.524 meter) di atas permukaan laut. Berdasarkan data Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, Australia, yang diterima Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kolom abu saat ini terpantau bergerak ke arah barat dengan kecepatan 10 knot atau setara 18,5 km/jam.

Meskipun sebaran abu bergerak cukup konstan, BMKG memastikan hingga kini belum ada indikasi abu vulkanik menerjang wilayah daratan.

“Hasil pemantauan terakhir menunjukkan sebaran abu vulkanik masih bergerak menuju barat. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda mengarah ke daratan,” ujar Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung, Iqbal Arief.

Iqbal menambahkan, laporan Significant Meteorological Information (SIGMET) mencatat sebaran abu terdeteksi sejak pukul 13.00 WIB dengan peringatan dini yang berlaku hingga pukul 19.22 WIB.

Kendati demikian, pihak BMKG mengingatkan bahwa dinamika atmosfer dan arah angin dapat berubah sewaktu-waktu. Perubahan kecepatan maupun arah angin berpotensi menggeser jalur sebaran abu vulkanik ke wilayah lain.

Oleh karena itu, pemantauan berkala terus dilakukan secara intensif. BMKG mengimbau masyarakat, nelayan, dan pelaku aktivitas pelayaran di sekitar Selat Sunda untuk tetap tenang namun waspada, serta selalu memantau pembaruan informasi resmi dari BMKG dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). (Wawan/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!