Studio2news- Tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 meninggalkan duka mendalam, tetapi di tengah keharuan tersebut, terselip kisah yang mengetuk naluri kemanusiaan kita. Pasangan suami istri, Muhammad Abdianoor (30) dan Yuli (29), ditemukan oleh tim penyelam dalam kondisi saling berpelukan di dalam bangkai kapal pada Jumat (18/9/2026) lalu. Setelah diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Kalimantan Selatan, jenazah keduanya diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan berdampingan dalam satu liang lahat.
Kisah pasangan ini menghadirkan refleksi emosional dan pembelajaran penting dimana pelukan terakhir Abdianoor dan Yuli di detik-detik terkelam hidup mereka menjadi simbol ketulusan cinta yang melampaui rasa takut akan kematian. Berada di situasi genting tanpa jalan keluar, mereka memilih untuk saling menguatkan hingga nafas terakhir.
Naluri perlindungan dan kesetiaan yang ditunjukkan pasangan ini patut dihormati. Di tengah kepanikan massal yang umumnya memicu sifat egois bertahan hidup, mereka justru menunjukkan ikatan jiwa dan empati tertinggi yang menjadi bukti keagungan sifat manusia.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi regulator dan operator transportasi laut mengenai krusialnya standar keselamatan pelayaran. Nyawa manusia dan ikatan keluarga yang terputus terlalu dini harus dibayar dengan komitmen perbaikan system mulai dari kelaikan armada, manajemen manifes, hingga kesiapan alat keselamatan di kapal.
Kecepatan serta ketelitian tim penyelam dan Tim DVI Polda Kalsel dalam evakuasi dan identifikasi patut diapresiasi, karena memberikan kepastian serta penutup ( closure ) yang layak bagi keluarga yang ditinggalkan.
Kepergian Abdianoor dan Yuli tidak hanya menyisakan air mata, tetapi juga meninggalkan warisan moral tentang arti kesetiaan sejati. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa keduanya, menerima seluruh amal ibadahnya, dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta kejadian serupa tidak lagi terulang di masa depan. (Red)













