Lampung Utara- Pasien korban pencurian dengan kekerasan (Curas) alias Begal pelajar berinisial A Warga Desa Bumi Nabung, Lampung Utara yang mengalami luka tembak, kini telah memasuki fase pemulihan fungsi pencernaan secara bertahap (early oral feeding), dimulai dengan pemberian asupan cairan dalam volume terbatas di bawah pengawasan ketat tim perawat dan dokter usai dilakukannya tindakan pembedahan (eksplorasi bedah) di Rumah Sakit Handayani Kotabumi.
Tim medis RSU Handayani mengonfirmasi akan terus melanjutkan perawatan optimal dan pemantauan berkala hingga kondisi pasien benar-benar pulih secara klinis.
“Pasca-tindakan pembedahan darurat dan perawatan intensif, kondisi pasien saat ini dilaporkan stabil dan menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang positif,’ujar Ayu Astuti selaku Humas Rumah Sakit Umum Handayan, Kamis 20 Agustus 2026
Dijelaskan Ayu Astuti, prosedur diagnostik intensif dilakukan secara menyeluruh oleh dokter Spesialis Bedah (Sp.B) guna memetakan kerusakan organ dalam yang meliputi laboratorium darah kompleks tujuannya untuk mengukur kadar hemoglobin, profil pembekuan darah, serta parameter infeksi.
Radiologi (Rontgen Thoraks & BNO) yakni enilai potensi perdarahan di rongga dada dan mendeteksi sebaran amunisi atau cedera organ dalam abdomen dan CT Scan Kepala melalui evaluasi tingkat keparahan trauma kepala dan mendeteksi potensi perdarahan intrakranial.
“Bapak Bupati, Hamartoni Ahadis bersama Ibu Kapolres, AKBP Raswidiati Anggraini dan Managemen Rumah Sakit Handayani telah menjamin seluruh pengobatan dan penanganan medis pasien. Artinya keluarga pasien tidak usah khawatir pembiayaan pasien telah digratiskan atau dijamin oleh Pemkab, Polres dan Management Rumah Sakit,”jelasnya.
Dilansir sebelumnya, Aksi pembegalan menimpa seorang pelajar berusia 17 tahun asal Desa Bumi Nabun. Korban harus merintih kesakitan dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit Handayani setelah timah panas bersarang di perutnya karena melakukan perlawanan terhadap komplotan begal yang merampas sepeda motornya, Rabu (19/8/2026) pagi.
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Kristofel, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah insiden berdarah tersebut.
“Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu kemarin, sekira pukul 07.10 WIB di Jalan Simpang Limus, Desa Bumi Nabung, Kecamatan Abung Kunang. Kami bersama tim masih melakukan penyelidikan intensif kasus ini. Mohon doanya,” ujar AKP Ivan saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
Insiden mencekam ini bermula ketika korban berinisial A mengendarai sepeda motor Honda Beat untuk berangkat ke sekolah. Saat melintasi jalanan sepi di area perkebunan singkong Simpang Limus, Dusun VII, Desa Bumi Nabung, langkah korban tiba-tiba diadang oleh seorang pria tak dikenal yang muncul dari balik rimbunnya kebun singkong.
Pelaku langsung menodongkan senjata api ke arah korban sambil memaksa agar sepeda motor miliknya diserahkan. Korban yang berusaha mempertahankan kendaraannya justru berujung pada tindakan brutal pelaku.
“Dikarenakan korban tetap mempertahankan sepeda motornya, pelaku langsung menembak dan mengenai perut sebelah kanan hingga tembus ke bagian belakang,” jelas AKP Ivan.
Usai merobohkan korban yang bersimbah darah, pelaku dengan leluasa melarikan diri membawa sepeda motor korban menuju arah Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum). Korban yang tergeletak akhirnya ditemukan oleh warga sekitar dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Handayani Kotabumi.
Menindaklanjuti kasus ini, Polres Lampung Utara tidak tinggal diam. Polisi kini tengah menyisir area sekitar TKP yang dikenal sepi dan jauh dari pemukiman penduduk untuk mencari proyektil peluru serta memeriksa sejumlah titik CCTV di sekitar lokasi kejadian hingga jalur pelarian di Jalinsum.
” Saat ini korban masih dilakukan perawatan intensif oleh tim medis di Rumah Sakit Handayani. Alhamdulillah, korban dalam keadaan sadar,” pungkasnya. (Yogi/ Red).













