Hari Ke-6 Hilangnya 5 Jurnalis dan Kru Speedboat di Selat Sunda, Tim SAR Temukan Terpal dan Galon di Perairan Gunung Anak Krakatau

LAMPUNG SELATAN, Studio2News — Secercah harapan baru menyeruak di tengah operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Memasuki hari keenam pencarian, Tim SAR Lampung menemukan terpal berwarna biru serta sebuah galon kosong yang mengapung di perairan antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sebesi, Lampung Selatan.

Benda-benda tersebut ditemukan saat Tim SAR Lampung menerjang ombak menggunakan Kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 untuk menyisir area fokus pencarian. Benda yang mencurigakan itu langsung dievakuasi dan dibawa menuju Posko Banten guna menjalani proses identifikasi mendalam.

Kepala Basarnas Lampung, Deden Ridwansyah, membenarkan temuan berharga tersebut. Ia membeberkan bahwa secara visual, kondisi terpal biru dan galon kosong itu masih tergolong baru.

“Kondisinya masih terlihat baru. Namun demikian, kami belum dapat memastikan apakah kedua benda tersebut saling berkaitan dengan speedboat yang membawa rombongan jurnalis dan kru yang hilang kontak,” ungkap Deden.

Pencarian yang sempat terhambat akibat kabut tebal pada hari kelima kini kembali digenjot secara maksimal. Memasuki hari keenam, skala operasi diperluas dengan menerjunkan sekitar 250 personel gabungan yang didukung berbagai alat utama (alutsista) darat, laut, hingga udara.

Temuan terpal dan galon kini menjadi bukti vital yang masuk dalam radar analisis tim SAR. Penemuan di titik perairan dekat Gunung Anak Krakatau tersebut langsung dijadikan acuan baru untuk mempersempit area fokus penyisiran.

Tim SAR bergerak cepat meningkatkan intensitas patroli di sekitar koordinat penemuan. Langkah ini diambil guna memburu kemungkinan petunjuk lanjutan yang bisa mengarahkan pada keberadaan para korban.

Hingga saat ini, proses pencarian besar-besaran terus berlangsung di sepanjang koridor perairan Selat Sunda. Kendati kepastian hubungan antara benda yang ditemukan dan speedboat yang naas itu masih menunggu hasil identifikasi resmi, temuan ini menjadi petunjuk paling potensial di tengah penantian mencekam pihak keluarga dan insan pers tanah air. (Wawan/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!