BANTEN, Studio2News — Di tengah proses pencarian intensif terhadap 5 jurnalis dan 3 awak speedboat yang hilang kontak, tim SAR gabungan mendapati penemuan dua jenazah di dua lokasi berbeda, yakni di wilayah Banten dan Pulau Enggano, Bengkulu.
Penemuan tersebut sempat memicu dugaan kuat terkait titik terang keberadaan para korban yang hilang. Namun, titik terang itu masih menyisakan tanda tanya besar.
Jenazah pertama ditemukan pada 11 September 2026 di sekitar Muara Sungai Kali Teratai, Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif menggunakan data primer oleh Tim DVI Polda Banten, kepolisian memastikan bahwa jenazah tersebut bukan merupakan bagian dari 8 penumpang speedboat yang saat ini masih dilakukan pencarian.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea, menegaskan kepastian tersebut dalam konferensi pers resminya.
“Dari hasil pencocokan data primer, dipastikan bahwa sosok jenazah yang ditemukan di sekitar Muara Sungai Kali Teratai, Kramatwatu, bukan merupakan salah satu dari delapan penumpang speedboat yang hilang kontak,” ujar Kombes Pol. Maruli.
Sementara itu, untuk penemuan jenazah kedua di kawasan perairan Pulau Enggano, Bengkulu, proses identifikasi masih terus berjalan. Jenazah berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan tinggi badan 165 cm dan usia sekitar 50 tahun tersebut telah dievakuasi menggunakan pesawat menuju Polda Bengkulu untuk menjalani proses otopsi.
Maruli menjelaskan bahwa kepolisian kini tengah mencocokkan sampel DNA korban dengan data DNA dari seluruh keluarga para penumpang yang hilang kontak.
“Kami sudah mengambil sampel DNA dari seluruh keluarga korban yang hilang kontak untuk dicocokkan. Mohon waktu, kami akan menyampaikan hasilnya secara rinci setelah uji DNA dari Polda Bengkulu resmi keluar,” pungkasnya. (Red).













