Tubaba,Studio2news- Instruksi lisan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, terkait penundaan Pemilihan Kepala Tiyuh (Pilkati) Karta Tanjung Selamat, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), justru berujung tanda tanya. Pasalnya, proses pemungutan suara tetap berlangsung meski sebelumnya beredar informasi mengenai perintah penundaan tersebut.
Fakta di lapangan menunjukkan pemungutan suara tetap berjalan dengan pengawalan ketat personel kepolisian dari Polres Tubaba, Rabu (21/10/2026).
Sebelumnya, informasi mengenai instruksi lisan Gubernur Lampung tersebut disampaikan Bupati Lampung Utara, Hamartoni, saat berada di Balai Tiyuh Karta Tanjung Selamat pada Selasa (20/10/2026) malam hingga Rabu dini hari.
Instruksi penundaan itu mencuat di tengah memanasnya konflik tapal batas yang melibatkan masyarakat adat Buay Perja, Kecamatan Sungkai Bunga Mayang, Lampung Utara, dengan masyarakat adat Buay Bulan, Kecamatan TBU, Tulang Bawang Barat.
Ketegangan tersebut bahkan berujung pada pendudukan Balai Tiyuh Karta Tanjung Selamat oleh sekitar seratusan masyarakat adat Buay Perja. Mereka mendesak agar pelaksanaan Pilkati ditunda hingga konflik tapal batas menemukan titik temu.
Namun, di tengah situasi yang belum sepenuhnya mereda, tahapan pemungutan suara justru tetap dilaksanakan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai dasar keputusan untuk melanjutkan Pilkati di tengah informasi penundaan yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat.
Informasi terkini yang dihimpun media ini menyebutkan, pemungutan suara telah selesai. Proses penghitungan suara selanjutnya direncanakan berlangsung di kantor Kecamatan TBU guna mengantisipasi potensi kericuhan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Tubaba belum berhasil dikonfirmasi mengenai alasan Pilkati tetap dilanjutkan meski sebelumnya beredar informasi tentang instruksi lisan Gubernur Lampung untuk menunda pelaksanaannya.
Penjelasan resmi dari pemerintah daerah diperlukan untuk memperjelas status instruksi tersebut sekaligus menjawab pertanyaan publik mengenai pertimbangan di balik keputusan melanjutkan pemungutan suara di tengah konflik yang masih membayangi.
(Ilham)













