Besok, 4 Aliansi Geruduk DPR, Tuntutan RUU Perampasan Aset, Penolakan Kebijakan, hingga Dukungan Program Prabowo

JAKARTA, Studio2News — Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, bersiap menghadapi gelombang aksi unjuk rasa besar-besaran pada Kamis (27/8/2026). Sedikitnya empat kelompok masyarakat, aliansi buruh, dan mahasiswa dari berbagai daerah dipastikan turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi dengan membawa agenda serta tuntutan yang beragam.

Dilansir Kompas.com, Meski diwarnai sejumlah insiden dan dinamika pengetatan pengamanan, gelombang massa dari berbagai penjuru ini siap mendatangi pusat legislatif negara. Berikut adalah peta kekuatan dan rincian tuntutan dari keempat kelompok massa yang akan menggelar aksi:

  1. Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Hadang Teror, Ngotot Desak RUU Perampasan Aset

Massa asal Pati, Jawa Tengah, yang tergabung dalam AMPB menjadi salah satu kelompok yang paling disorot karena menghadapi rentetan kendala pelik menjelang keberangkatan mereka ke Jakarta.

Mulai dari penundaan transaksi rekening donasi senilai Rp80,9 juta oleh Polda Metro Jaya demi kepentingan penyelidikan, hingga dugaan pembatalan bus secara mendadak.

Tak hanya itu, rombongan bus yang membawa warga Pati juga sempat menjadi sasaran pelemparan batu oleh orang tak dikenal menggunakan paving block di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 54-56, yang menyebabkan tiga orang mengalami luka ringan akibat pecahan kaca.

Kendati demikian, Perwakilan Tim Advokasi AMPB, Vander Waruwu, menegaskan bahwa aksi akan tetap berjalan damai.

Dalam aksi ini, AMPB mebawa tuntutan utama, yakni mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset serta meminta pernyataan sikap tertulis dari pimpinan dewan.

Selain itu AMPB juga membawa isu lokal, Menuntut penuntasan kasus dugaan korupsi dan suap proyek jalur kereta api DJKA Kemenhub yang menyeret nama Bupati Pati Sudewo dengan potensi kerugian negara mencapai Rp42 miliar.

  1. Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Suarakan Hukuman Mati Koruptor

Menyusul langkah warga Pati, sekitar 2.000 warga yang tergabung dalam AMDB turut merapatkan barisan. Sebelum bergabung di depan Gedung DPR/MPR RI, mereka dijadwalkan menyuarakan aspirasi di Kantor DPRD Kota Depok.

Sama halnya denga warga Pati, AMDB membawa tuntutan yakni:

  1. Mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset.
  2. Menuntut hukuman mati bagi koruptor.
  3. Mendesak pemerintah segera menurunkan harga kebutuhan pokok yang semakin mencekik rakyat.
  4. Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), Bawa 10 Poin Kritikan Tajam

Aliansi yang diisi oleh 14 organisasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil (termasuk UNUSIA, Universitas Terbuka, Trilogi, Serikat Mahasiswa Indonesia, hingga lembaga bantuan hukum) dijadwalkan turun mulai pukul 14.00 WIB. Mereka menyoroti fungsi pengawasan DPR dan menuntut pimpinan dewan menemui massa secara langsung.

GERAM membawa 10 tuntutan strategis, di antaranya:

  • Mengadili kebijakan politik yang dinilai memperluas militerisme dan memperlemah demokrasi.
  • Menghentikan serta mengevaluasi program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari potensi patronase politik.
  • Menghentikan pajak yang menindas rakyat dan menerapkan pajak progresif bagi pemilik modal besar.
  • Mewujudkan pendidikan dan kesehatan gratis serta berkualitas, serta menolak komersialisasi kampus.
  • Menurunkan harga kebutuhan pokok dan menaikkan upah layak buruh.
  • Menetapkan bencana di Sumatera dan NTT sebagai bencana nasional.
  • Menjamin hak-hak PRT, menghentikan militerisme di ruang sipil, serta menghentikan kriminalisasi aktivis dan membebaskan tahanan politik.
  • Menyita seluruh aset koruptor untuk dialokasikan bagi pendidikan, kesehatan, dan pemulihan bencana.
  1. Relawan Madura Pengawal Program Prabowo (RMP4), Suarakan Dukungan untuk Pemerintah

Berbeda dari tiga kelompok sebelumnya yang kental dengan agenda kritik, massa RMP4 asal Bangkalan, Jawa Timur, justru hadir untuk memberikan dukungan terhadap jalannya pemerintahan.

Menyiapkan 500 tiket ke Jakarta, massa yang terdiri dari tukang becak, buruh, sopir, hingga kuli ini menyuarakan apresiasi terhadap program strategis nasional.

  • Fokus Aksi: Mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dinilai sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
  • Catatan Kritis: Meminta pemerintah melakukan evaluasi dan memperbaiki tata kelola dapur serta infrastruktur pendukung program MBG agar berjalan semakin optimal dan tepat sasaran.

Aksi esok hari akan menjadi panggung besar bertemunya berbagai spektrum aspirasi rakyat, mulai dari dorongan penegakan hukum yang tegas terhadap koruptor, kritik kebijakan ekonomi-sosial, hingga dukungan terhadap program pemerintah. Di sisi lain, konsistensi aparat keamanan dalam mengawal jalannya aksi secara humanis serta jaminan keselamatan bagi para demonstran akan menjadi sorotan publik luas. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!